Beranda News Kabar Keretakan Bupati dan Sekda Karawang: Isu Tak Berkualitas dan Provokatif

Kabar Keretakan Bupati dan Sekda Karawang: Isu Tak Berkualitas dan Provokatif

65
Wakil Sekretaris PCNU Karawang, Nahrowi (Foto: Ist)

KARAWANG- Kabar keretakan hubungan Bupati Aep dengan Sekda Karawang menjadi sorotan berbagai pihak, mengingat Pemerintah Bupati Aep-Maslani baru berjalan 100 hari kerja.

Wakil Sekretaris PCNU Karawang, Ahmad Nahrowi menanggapi tentang beredar nya kabar keretakan dan kurang harmonis antara Bupati Karawang H.Aep Syaepulloh dan Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, H.Asep Aang Rahmatullah, sebagai isu yang tidak berkualitas dan Provokatif.

“Saya kira tidak ada indikasi sedikitpun tentang keretakan dan kurang harmonis antara Bupati H.Aep Syaepulloh dan Sekda, justru saya melihat beliau tetap berada dalam satu barisan dan satu kesatuan dalam melaksanakan tugasnya, mengemban amanah masyarakat menjadikan Karawang lebih maju” kata Nahrowi, Selasa (27/5/2025)

Nahrowi mengatakan Sekda H.Asep Aang Rahmatullah merupakan sosok profesional yang berkualitas menjalankan tugasnya membantu Bupati sebagai penerima mandat masyarakat Karawang dalam menjalankan amanah lima tahun ke depan.

Baca juga: RSM Segera Dioperasi, Bupati Aep Siapkan Dukungan Medis

Sinergitas Bupati dan Sekda selama ini tetap terjaga dan fokus bekerja keras pada skala program prioritas seratus hari kepemimpinan Bupati, H. Aep dalam melayani, mengayomi dan memenuhi kebutuhan dasar Masyarakat Karawang yang meliputi kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan dan tentunya pembenahan infrastruktur.

“Bagi yang menganggap Bupati dan Sekda sengaja digelindingkan oleh orang yang tidak suka terhadap soliditas Bupati dan Sekda Karawang. Dan isue tersebut berdimensi provokatif dan tidak bermutu,” tegasnya.

“Faktanya, Kemarin beliau berdua bersama-sama saat menerina penghargaan WTP, artinya isu itu tidak benar dan terbantahkan”, tambahnya.

Perihal belum terjadinya rotasi dan mutasi, Nahrowi meyakini, hal tersebut merupakan ikhtiar dalam perspektif fiqh yang dikenal ikhtiyath (kehati-hatian) antara Bupati dan Sekda dalam memilih sosok yang berbasis kinerja, berintegritas dan tentunya dalam satu barisan menjalankan visi dan misi Bupati untuk menjalankan tugas lima tahun ke depan merealisasikan visi Karawang maju.

Dalam dunia pesantren ada ungkapan dalam Bait Alfiyah, lirrof’i wannashbi wajarrina sholah, ka’arif bina fa inna na nilnal minah. Dlamir -na, baik untuk dhamir rafa’, nashab, jar tetap memakai lafadz -na, seperti ungkapan kita telah memperoleh anugrah yang banyak (fa inna na nilnal minah).

“Na artinya kita, bentuk jamak, jadi dalam keadaan apapun selama bersama-sama, tidak akan goyah dan tergantikan, Sebagaimana pak bupati H.Aep selalu menyampaikan dan mengajak untuk terus bekerjasama dalam satu kesatuan dan bergandengan tangan dalam mewujudkan Karawang lebih baik,” pungkasnya.