KARAWANG – Perkembangan dunia akademik di Kabupaten Karawang terus menunjukkan dinamika seiring pesatnya pertumbuhan kawasan industri. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) resmi membuka tiga program studi baru di bawah naungan Fakultas Teknik (FT).
Pembukaan program studi baru ini menjadi bagian dari komitmen Unsika untuk memperkuat perannya sebagai barometer pendidikan tinggi di wilayah Purwasuka dan Bekasi, dengan menghadirkan pendidikan yang terjangkau, aplikatif, serta selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman.
Baca juga: DPPPA Karawang Catat 165 Kasus Kekerasan, Turun Dibanding Tahun Lalu
Tiga program studi baru tersebut meliputi Kimia, Statistika, dan Arsitektur. Kehadiran ketiganya diharapkan menjadi alternatif baru bagi lulusan SMA, SMK, atau sederajat yang ingin menempuh pendidikan di bidang sains, teknologi, dan keinsinyuran tanpa harus keluar daerah.
Dekan Fakultas Teknik Unsika, Iwan, menjelaskan bahwa pembukaan jurusan baru ini dilatarbelakangi oleh potensi besar Karawang sebagai kawasan industri nasional sekaligus kebutuhan akan sumber daya manusia yang kompeten dan berbasis data.
“Untuk program studi Arsitektur, pengajuan sudah kami lakukan sejak 2024 dan saat ini surat keputusannya sudah keluar,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, program studi Kimia yang dibuka merupakan Kimia murni yang fokus pada kajian struktur zat dan analisis ilmiah, berbeda dengan Teknik Kimia yang lebih menitikberatkan pada proses industri.
“Industri kimia di Karawang sangat besar, sehingga Kimia murni tetap sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Sementara itu, Statistika dinilai semakin krusial di tengah pesatnya pembangunan. Menurut Iwan, kebutuhan data yang valid dan real time sangat dibutuhkan oleh akademisi, pemerintah, maupun sektor swasta untuk mendukung pengambilan kebijakan dan menjaga kepercayaan publik.
Untuk pelaksanaan perkuliahan, Unsika akan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027 dengan menerapkan sistem hybrid.
“Semester awal dilaksanakan secara luring. Untuk semester lanjutan, sebagian mata kuliah umum dilakukan secara daring melalui Zoom, sedangkan mata kuliah kejuruan tetap luring,” katanya.
Sistem ini diterapkan sebagai solusi atas keterbatasan ruang kelas yang tersedia.
Iwan menambahkan, pembukaan rumpun Matematika dan IPA ini juga menjadi bagian dari rencana jangka panjang Unsika, termasuk kemungkinan pembukaan Fakultas Kedokteran atau perubahan nomenklatur menjadi Fakultas Teknologi dan Sains.
Dalam penerimaan mahasiswa baru, jalur SNBP akan menerima 25 mahasiswa per program studi. Dengan demikian, total mahasiswa angkatan pertama dari tiga jurusan baru tersebut ditargetkan mencapai 150 orang.
“Jurusan-jurusan ini sangat relevan dengan kebutuhan industri. Statistika dibutuhkan baik oleh pemerintah maupun swasta, apalagi jika mahasiswa dibekali pengalaman magang,” ujarnya.
Terkait Arsitektur, Unsika terus menjalin komunikasi dengan mitra industri agar lulusan memiliki peluang kerja yang jelas. Hal serupa juga dilakukan untuk program studi Kimia, dengan membuka peluang pemagangan di industri kimia yang masif di Karawang.
“Kami akan bekerja sama dengan korporasi dan dinas terkait, khususnya di bidang analisis kimia, agar mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung sebagai calon ahli,” tuturnya.
Selain itu, Unsika juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah serta tidak menutup kemungkinan membuka program studi Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi) di masa mendatang.
Baca juga: Disdukcapil Karawang Catat 32.242 Pendatang Masuk Selama 2025
Dalam kegiatan sosialisasi, Unsika tidak hanya memanfaatkan media sosial, tetapi juga mengundang para kepala sekolah di wilayah Karawang Kota hingga Cikampek.
“Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat Karawang agar tidak terpaku pada jurusan tertentu saja. Di Karawang sudah tersedia pilihan, sehingga tidak harus kuliah ke Jakarta atau Bandung,” pungkas Iwan. (*)














