Beranda Headline Jawa Barat Dorong Partisipasi Pria dalam Program KB untuk Kesejahteraan Keluarga

Jawa Barat Dorong Partisipasi Pria dalam Program KB untuk Kesejahteraan Keluarga

11
KB pria
Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Dr. Siska Gerfianti,

KARAWANG – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat, Dr. Siska Gerfianti, mendorong peningkatan partisipasi pria dalam program Keluarga Berencana (KB). Upaya ini dinilai penting untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga di Jawa Barat.

“Program KB pria sebenarnya sudah ada sejak lama, namun tingkat kepesertaannya di Indonesia masih sangat rendah, baru sekitar satu persen,” ujar Dr. Siska saat menghadiri kegiatan pelayanan KB gratis dalam acara Abdi Nagri Nganjang Ka Warga di Kecamatan Klari, Jumat, 13 Juni 2025.

Baca juga: DPPKB Karawang Gelar Pelayanan KB Gratis di Acara Gubernur Jabar

Dr. Siska menyebut, selama ini program Keluarga Berencana lebih banyak dibebankan kepada perempuan, baik melalui metode hormonal seperti pil, suntik, dan implan, maupun metode non-hormonal seperti IUD dan MOW (Metode Operasi Wanita). Padahal, menurutnya, tidak semua perempuan cocok dengan jenis kontrasepsi tersebut.

“Karena itu, kini kami mendorong agar pria juga berpartisipasi. Ini demi keseimbangan peran dan perlindungan kesehatan pasangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jenis KB pria meliputi penggunaan kondom, pil pria, sistem kalender, hingga Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi. Di antara semua metode tersebut, MOP dinilai lebih efektif, khususnya bagi pria berusia di atas 35 tahun dan telah memiliki lebih dari dua anak.

“KB jenis kondom, pil, maupun sistem kalender lebih berisiko gagal. Sedangkan MOP terbukti aman, tidak memengaruhi hormon maupun fungsi seksual pria, asalkan dilakukan dengan disiplin,” tegas Dr. Siska.

Provinsi Jawa Barat sendiri, lanjutnya, pernah memecahkan rekor MURI dalam peningkatan kepesertaan KB pria jenis MOP. Dalam pelaksanaan KB serentak pada 21 April lalu, tercatat sebanyak 2.000 pria menjadi akseptor MOP, jauh melampaui target tahunan sebanyak 500 peserta.

“Ini prestasi luar biasa, tapi kami tidak ingin berhenti di situ. Target kami, kepesertaan KB pria bisa terus meningkat dan melebihi satu persen,” ujarnya.

Baca juga: Diduga karena Gunakan BPJS, Pasien Kanker di Karawang Dipulangkan Sebelum Pulih

Ia pun berharap semakin banyak pria yang sadar pentingnya peran mereka dalam program Keluarga Berencana, bukan hanya karena alasan medis, tetapi juga karena kasih sayang terhadap pasangan.

“Dari beberapa akseptor yang kami tanya, banyak di antara mereka yang memilih ikut KB karena ingin melindungi istri mereka. Ini bentuk tanggung jawab dan cinta. Maka dari itu, mari kita dorong lebih banyak pria untuk ikut ber-KB,” pungkasnya. (*)