Beranda Headline Janji 1.000 Rumah Panggung di Karawang Berkurang Jadi 300, Warga Kecewa

Janji 1.000 Rumah Panggung di Karawang Berkurang Jadi 300, Warga Kecewa

28
Rumah panggung karawang
Kepala Desa Karangligar, Ersim (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Warga terdampak banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, mengaku kecewa karena janji Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait pembangunan rumah panggung tidak sesuai dengan yang pernah disampaikan.

Kepala Desa Karangligar, Ersim, menjelaskan bahwa Gubernur sebelumnya berjanji akan membangun 1.000 rumah panggung bagi warga terdampak banjir. Namun, pada Juli 2025, saat perwakilan desa diundang ke kediaman Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Sukadaya, Subang, jumlah tersebut berubah menjadi hanya 300 unit rumah.

Baca juga: Pipik Taufik Ismail Kritik Janji 1.000 Rumah Panggung Gubernur di Karawang, Realisasi Hanya 10 Unit

“Kita diundang waktu itu sama KDM, ternyata cuma dikasih 300 unit. Waktu itu diundang bareng Desa Karangjaya yang membahas kekeringan,” ungkap Ersim, Selasa (12/8/2025).

Menurutnya, banyak warga kecewa karena realisasi di lapangan jauh berbeda dari janji awal. Pembangunan pun dimulai dari bantuan CSR PT Eiger, yang awalnya hanya 10 unit rumah, namun atas permintaan warga ditambah menjadi 20 unit rumah panggung.

Selain jumlah unit yang berkurang, ukuran rumah juga mengalami penyusutan, dari semula dijanjikan 6×6 meter menjadi 6×4 meter.

“Minggu kemarin mereka bilang akan menurunkan alat dan material, janjinya hari Senin, tapi sekarang sudah Selasa belum ada. Warga makin kecewa, awalnya rumah tempel, sekarang malah rumah dibongkar,” tambahnya.

Baca juga: Kementerian Imipas Bagikan Ribuan Sembako ke Warga Langganan Banjir di Karawang

Meski demikian, Ersim tetap mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas perhatian yang diberikan. Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar dan tidak lagi mengalami perubahan rencana.

“Pembangunan katanya bertahap, lima unit dulu. Fokus di Dusun Kampek yang ada 25 KK terdampak banjir,” pungkasnya. (*)