KARAWANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karawang bagikan cara mengidentifikasi penipuan siber berjenis file apk bagi pengguna smartphone android.
Subkoordinator Kelompok Substansi Tata Kelola Persandian dan Keamaan Informasi, Rahmat menyampaikan, di era digital kini kejahatan cyber marak terjadi. Meskipun jumlah kejahatannya tidak terdata, pihaknya yakin jumlah korban penipuan online sangat banyak.
“Sekarang kebanyakan mengirimkan file apk. Jadi si penjahat cyber ini mengirimkan suatu file yang seakan-akan menyaru layanan tertentu contoh kurir paket, undangan pernikahan, modus tilang elektronik hingga cek lokasi,” ujarnya saat diwawancarai pada Rabu, 22 November 2023.
Ia menjelaskan, file apk merupakan sebuah file program yang berjalan dihp android. Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat untuk tidak membuka file sembarangan khususnya dari orang yang tidak dikenal.
Baca juga: Coba Ini! Tips Ampuh Menghilangkan Jerawat di Punggung
Selain itu, ia menyarankan masyarakat untuk menggunakan antivirus (jenis apapun) guna mengantisipasi kejahatan cyber.
“Pertama harus waspada jangan asal menjalankan file dari orang tidak dikenal. Kemudian gunakan antivirus, karena data terupdate itu pasti akan terblok dan dicek oleh antivirus,” jelasnya.
Berhubung apk ini adalah file yang hanya bisa dijalankan melalui android, Rahmat menerangkan, file tersebut tidak akan berjalan ketika dibuka ditempat selain android.
“Bisa dicoba, buka aja dikomputer windows. File apk tidak akan berjalan dan gak akan kelihatan format ikonnya apa, misal di android muncul pdf, di komputer gak bakal muncul bentuk pdfnya,” terangnya.
Baca juga: Mengejutkan! Google Bakal Hapus Gmail, Ini Alasannya
Ia memaparkan, selain bentuk file apk, masyarakat juga harap berhati-hati terhadap penipuan berbentuk link. Cara mengidentifikasinya, bisa dipastikan melalui domain yang tertera pada link.
“Pertama, pastikan pengirimnya siapa. Verifikasi dengan cara cek domain. Kalo ujungnya .com, itu kepunyaan perusahaan komersil. Kalo co.id itu corporate juga dilingkungan Indonesia. Sedangkan domain go.id adalah milih pemerintah,” paparnya.
“Kalo penipuan itu, link domainnya ngacak. Tidak .com, co.id, tidak go.id. biasanya didapat secara gratis, domain ujungnya xzy, abc misal,” pungkasnya.














