Beranda Headline Investasi di Karawang Capai Puluhan Triliun, Serapan Tenaga Kerja Masih Rendah

Investasi di Karawang Capai Puluhan Triliun, Serapan Tenaga Kerja Masih Rendah

15
Investasi di karawang
Kepala Disnakertrans Karawang, Rosmalia Dewi. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengakui tingginya nilai investasi di Karawang tidak serta-merta berbanding lurus dengan meningkatnya serapan tenaga kerja. Hal itu karena sebagian besar investasi yang masuk merupakan investasi padat modal.

“Investasi yang masuk ke Karawang rata-rata padat modal, sehingga tidak terlalu mempengaruhi serapan tenaga kerja,” kata Kepala Disnakertrans Karawang, Rosmalia Dewi, Minggu (21/9/2025).

Investasi padat modal cenderung mengandalkan mesin dan teknologi modern, sehingga tidak banyak memerlukan tenaga manusia. Hal ini berbeda dengan sekitar sepuluh tahun lalu, ketika investasi padat karya lebih mendominasi dan mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.

Meski begitu, Disnakertrans Karawang terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar calon tenaga kerja lokal mampu bersaing. Program yang dijalankan antara lain kolaborasi dengan sekolah dan perusahaan, serta pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan industri.

Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi di Karawang pada 2024 mencapai Rp68 triliun, naik signifikan dibanding tahun 2023 sebesar Rp42,1 triliun. Namun, lonjakan investasi tersebut belum mampu mendongkrak serapan tenaga kerja secara signifikan.

Data Disnakertrans Karawang mencatat, pada semester pertama 2022 hanya 4.524 tenaga kerja terserap. Lalu pada triwulan III 2023, dari 1.934 proyek investasi, serapan tenaga kerjanya hanya 4.314 orang.

Sementara itu, selama Januari–Juni 2025, nilai investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) di Karawang mencapai Rp30,24 triliun. Dari angka tersebut, jumlah tenaga kerja yang terserap baru mencapai 12.209 orang. (*)