Beranda Ekonomi & Bisnis Indonesia Dorong Peran Global Lewat Diplomasi Ekonomi

Indonesia Dorong Peran Global Lewat Diplomasi Ekonomi

12

Beritapasundan.com- Indonesia menegaskan langkahnya sebagai kekuatan strategis baru di Asia Tenggara dengan memanfaatkan diplomasi ekonomi dan geopolitik secara aktif.

Hal ini tercermin dalam pertemuan penting antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, di Berlaymont Building, markas besar Uni Eropa, pada Minggu (13/7).

Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua pemimpin menyepakati kemitraan strategis yang diyakini akan memperkuat posisi Indonesia dan Uni Eropa dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

“Pertemuan ini bukan sekadar simbolik, tetapi mencerminkan arah baru Indonesia dalam mengukuhkan posisinya sebagai mitra setara di tataran global, khususnya dalam bidang sains, teknologi, energi, dan stabilitas kawasan,” ujar Presiden Prabowo dalam konferensi pers bersama seperti dilansir dari setkab.go.id

Baca juga: Fokus Lakukan Transisi Energi, Presiden Prabowo: Demi Efisiensi Biaya dan Keberlanjutan Lingkungan

Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia tidak lagi hanya menjadi penerima kebijakan global, tetapi kini siap menjadi arsitek bersama dalam membentuk tatanan dunia yang lebih inklusif dan stabil.

Dengan kekuatan sumber daya alam, posisi geografis strategis, serta keanggotaan aktif dalam ASEAN, Indonesia ingin menjalin sinergi jangka panjang dengan Eropa yang selama ini diakui sebagai pusat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Eropa adalah pemimpin dalam berbagai bidang kehidupan modern. Namun kami juga membawa kekuatan tersendiri—sumber daya, posisi geostrategis, dan stabilitas politik. Sinergi Indonesia-Eropa akan memberi dampak besar bagi dunia,” kata Presiden.

Tak hanya menyasar bidang ekonomi, pertemuan tersebut juga menyoroti kerja sama kawasan, termasuk peran Eropa dalam memperkuat tatanan geopolitik di Indo-Pasifik. Presiden Prabowo mendorong agar Uni Eropa lebih aktif hadir di Asia Tenggara dalam menghadapi ancaman keamanan, perubahan iklim, serta transformasi digital global.

“Kami di Asia Tenggara melihat Eropa sebagai mitra yang memiliki nilai dan visi yang sejalan. Kami ingin melihat Eropa yang kuat, dan kami ingin menjadi bagian dari kekuatan bersama itu,” ujar Prabowo dengan nada tegas.

Presiden Prabowo juga mengapresiasi hasil kerja teknis antara para menteri dan komisioner dari kedua pihak yang dinilai produktif. Ia menekankan pentingnya percepatan implementasi dari kesepakatan yang telah dicapai.

Pertemuan ini mempertegas orientasi kebijakan luar negeri Indonesia yang semakin strategis dan proaktif. Indonesia tidak hanya memperkuat ekonomi nasional, tetapi juga berupaya memainkan peran sebagai jembatan antara negara-negara maju dan berkembang