
KARAWANG – Fenomena musik hiphop dangdut (hipdut) tengah merajalela di kalangan Gen Z dan milenial. Tren hiphop dangdut yang memadukan beat rap dan nuansa dangdut ini bukan hanya meramaikan media sosial, tetapi juga menjadi ruang kreatif bagi banyak musisi muda. Salah satunya adalah Naufal, remaja asal Karawang yang viral setelah karya tugas seni budayanya meledak di YouTube dan Instagram.
“Awalnya cuma tugas sekolah. Kebetulan gue punya temen yang jago bikin musik,” ujar Naufal saat ditemui di Karawang.
Baca juga: Bawaslu Karawang Lakukan Silaturahmi ke Parpol Parlemen dan Non Parlemen
Ide membuat lagu muncul dari saran Firza, temannya, yang meminta Naufal untuk membuat lagu original, bukan sekadar cover. Proses pembuatan beat dilakukan di rumah dengan deadline hanya sepuluh hari. Lagu pertama berjudul Tunggu Aku, namun karena tema percintaan tidak diperbolehkan untuk tugas sekolah, Naufal memilih mengangkat tema persahabatan.
“Lagu ini soal empat sahabat yang terpisah jarak. Cuma bisa ketemu lewat video call,” katanya. Reff-nya berbunyi: ‘Ku menunggu kamu, oh sahabatku’.
Lagu berikutnya berjudul Malam Minggu, yang justru menjadi viral dan dikenal luas oleh pendengar lokal. Video klipnya dibuat di Hotel Mercure dan Tugu Padi, Karawang. “Awalnya gue malu syuting pakai seragam SMA, tapi ya sudahlah, demi konsep,” ujar Naufal sambil tertawa.
Sebelum terjun ke hiphop dangdut, Naufal sudah belajar produksi musik lewat aplikasi BandLab sejak bulan Ramadan. Ia kini menyiapkan mini album berisi tujuh lagu.
Baca juga: Polres Karawang Bersholawat, Bupati Aep: Momentum Pererat Silaturahmi dan Persatuan
Menurut Naufal, ia memilih genre hiphop dangdut karena melihat tren yang sedang naik di generasi muda. “Lagu Garam Madu, Soasu, sampai Mejikuhibiniu lagi kenceng,” katanya.
Meski sempat mendapat penolakan dari keluarga karena latar belakang yang agamis, kini mereka mendukung penuh setelah melihat perkembangan dan prestasi Naufal.
“Setelah viral, akhirnya mereka nerima,” tutup Naufal. (*)













