Beranda Headline Hari Santri Nasional: Mengingat Perjuangan, Menyongsong Tantangan Zaman

Hari Santri Nasional: Mengingat Perjuangan, Menyongsong Tantangan Zaman

30
Hari Santri nasional
Hari Santri Nasional diadakan untuk mengingat kontribusi besar santri dalam sejarah bangsa dan perannya dalam menjaga keutuhan NKRI (Foto: Istimewa)

beritapasundan.com – Setiap tanggal 22 Oktober, Indonesia memperingati Hari Santri Nasional sebagai momen penting untuk mengenang perjuangan para santri dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan.

Dilansir dari situs resmi Kementerian Agama (dkp.kemenag.go.id), Hari Santri Nasional diadakan untuk mengingat kontribusi besar santri dalam sejarah bangsa dan perannya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca juga: Surga Buku Bekas di Jakarta: Temukan Koleksi Buku Langka dengan Harga Bersahabat

Peringatan ini juga bertujuan untuk menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar meneladani semangat dan perjuangan ulama serta santri. Mereka tidak hanya berperan dalam masa penjajahan, tetapi juga memiliki peran vital dalam pembangunan bangsa di era modern.

Sejarah Penetapan Hari Santri Nasional

Hari Santri Nasional merujuk pada Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), pada 22 Oktober 1945 di Surabaya. Resolusi ini menegaskan kewajiban berjihad bagi seluruh santri dalam melawan penjajah yang ingin merebut kemerdekaan Indonesia.

Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015. Penetapan ini berawal dari usulan santri di Pondok Pesantren Babbussalam, Malang pada tahun 2014, yang didukung oleh Presiden Joko Widodo. Awalnya, tanggal 1 Muharram diusulkan sebagai Hari Santri, namun PBNU kemudian merekomendasikan tanggal 22 Oktober karena memiliki makna sejarah yang lebih kuat terkait Resolusi Jihad.

Makna Kata Santri

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), santri diartikan sebagai orang yang mendalami agama Islam dan beribadah dengan sungguh-sungguh. Namun, istilah ini memiliki berbagai interpretasi lain. Dalam beberapa pandangan, kata “santri” dianggap berasal dari bahasa Tamil yang berarti guru ngaji, atau dari bahasa Sanskerta “cantrik” yang berarti pengikut guru. Ada juga pendapat yang menganggapnya sebagai kombinasi kata saint (orang suci) dan tra (suka menolong).

Selain itu, ada konsep “sunthree” yang merujuk pada tiga prinsip dasar santri, yaitu iman, Islam, dan ihsan, yang menjadikan santri sebagai sosok yang tidak hanya religius, tetapi juga penuh kasih sayang dan toleran.

Tema Hari Santri Nasional 2024: “Menyambung Juang, Merengkuh Masa Depan”

Tema Hari Santri Nasional 2024, “Menyambung Juang, Merengkuh Masa Depan”, menekankan pentingnya melanjutkan perjuangan para santri terdahulu dalam konteks modern. Meskipun Indonesia kini telah merdeka, santri masa kini menghadapi tantangan baru, seperti perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta tantangan globalisasi. Santri dituntut untuk terus berinovasi, menjaga nilai-nilai Islam moderat, dan berkontribusi dalam membangun bangsa.

Baca juga: 3.256 Sertipikat Tanah Diserahkan kepada Warga Jawa Barat, Sekjen ATR/BPN: Mafia Tanah Terus Dipersempit

Dengan peringatan ini, diharapkan santri dapat meneladani semangat perjuangan santri zaman dahulu, serta berperan aktif dalam membentuk masa depan Indonesia yang lebih baik. (*)