
KARAWANG – Wakil Ketua Umum Iprahumas Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dyah Rachmawati Sugianto berikan tips mengubah mindset bagi para pekerja humas.
Tips-tipsnya disampaikan Dyah saat menghadiri giat sosialisasi oleh Kantor Imigrasi Kelas 1 Non TPI Karawang, yang terselenggara di Brits Hotel pada Kamis, 20 Juni 2024.
Dyah mengatakan, setidaknya ada 5 poin yang harus diperhatikan oleh para pekerja humas khususnya di instansi pemerintah.
Baca juga: Imigrasi Karawang Gelar Sosialisasi Guna Tingkatkan Peran Aktif Kehumasan
“Harus komunikatif, disiplin, adaptif, pembelajar dan poin tambahan yang menunjang adalah aktif berorganisasi,” katanya.
Ia menyebutkan, profesi humas memiliki peran yang sangat penting khususnya berkaitan dengan masyarakat atau relasi publik.
Oleh karenanya, humas juga perlu memiliki strategi efektif saat menyampaikan informasi kepada publik.
“Urusan publik yang tentu gak jauh-jauh dari peran humas. Strategi efektifnya saat menyampaikan informasi, perlu diperhatikan tujuan, segmentasi publik, bunyi pesan, penentuan platform, program, dan terakhir hastag atau pesan kunci yang menjadi narasi tunggal (branding),” paparnya.
Baca juga: Pemkab Karawang Gelar Upacara Harganas ke 31,Bupati Aep Beri Apresiasi
Perlunya Pembenahan Mindset
Menurut Dyah, masih banyak rekan-rekan kehumasan yang memiliki mindset kaku.
Contohnya, melalukan pekerjaan hanya untuk bekerja semata, tanpa jiwa semangat dan trobosan baru.
“Temen-temen daerah itu mungkin banyak yang kurang semangat, sebenarnya dipengaruhi oleh lingkungan. Jadi mindsetnya, ah udahlah kerja-kerja aja, gak ada inovasi. Ini mainnya harus agak jauh,” katanya.
Dalam hal ini, lanjut dia, Humas Imigrasi Kelas 1 Non TPI Karawang bisa menjadi percontohan bagi humas-humas di instansi lain. Sebab menurutnya, Humas Imigrasi Karawang telah memaksimalkan kinerja dengan memunculkan trobosan yang segar dan inovatif.
Baca juga: Pemkab Karawang Gelontorkan Anggaran Ratusan Juta Untuk Pelihara Cagar Budaya
“Humas Imigrasi Karawang sangat bisa menjadi percontohan, saya menyarankan tadi, harusnya produk-produk publikasi yang segar dan inovatif itu diikutkan lomba atau kompetisi,” ungkapnya.
“Humas itu tidak bisa dipandang sebagai profesi yang mengerjakan hal-hal teknis, tapi strategis. Harus terbuka, banyak bergaul, bertukar ide dan mau berkolaborasi,” tutupnya. (*)













