
KARAWANG – Pondok Pesantren Lestari Alam Qurani Indonesia yang dipimpin KH. M. Endang Suratno Wibawa, M.Ed. resmi mencanangkan Gerakan Wibawa Nusantara, sebuah inisiatif kebangsaan yang menggerakkan masyarakat dari bawah untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, dan berkepribadian.
Gerakan Wibawa Nusantara menjadi bentuk kolaborasi antara pesantren, masyarakat, dan pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong, mendorong ekonomi produktif, memperkuat nilai religiusitas, menjaga kelestarian alam, serta menumbuhkan transformasi digital di kalangan masyarakat desa dan santri.
“Kebangkitan Nusantara hari ini harus berwawasan spiritual, ekologis, dan digital. Masyarakat yang beriman, peduli alam, dan melek teknologi akan menjadi pondasi kemandirian bangsa,” ujar KH. Endang Suratno Wibawa di Karawang.
Baca juga: Ketua MUI Karawang: Adab Santri Bukan Pengkultusan, Tapi Akhlak Islami
Lima Pilar Gerakan Wibawa Nusantara
1. Gotong Royong Sosial – Menghidupkan kembali nilai persaudaraan dan kerja bersama antarwarga tanpa pamrih.
2. Ekonomi Produktif dan Kreatif – Mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui pertanian terpadu, perikanan, UMKM, dan wakaf produktif.
3. Religiusitas dan Moral Kebangsaan – Meneguhkan spiritualitas, toleransi, dan akhlak mulia sebagai arah pembangunan nasional.
4. Pelestarian Alam dan Ekologi Qurani – Menjadikan pesantren sebagai pusat edukasi lingkungan dengan prinsip “menjaga bumi adalah bagian dari ibadah.”
5. Digitalisasi dan Inovasi Pesantren-Masyarakat – Mengembangkan literasi digital, ekonomi syariah berbasis teknologi, dan sistem edukasi digital pesantren.
Gerakan ini menggandeng komunitas santri, akademisi, pelaku usaha, TNI, serta pemerintah daerah untuk membangun model kolaborasi antara nilai tradisional dan inovasi digital yang berkelanjutan.
Baca juga: Masjid Nurul Jannah, Keajaiban yang Bertahan di Tengah Ombak Utara Karawang
“Gotong royong kini harus hidup di dua dunia — nyata dan digital. Kemandirian masyarakat harus tumbuh seimbang di keduanya,” tambah KH. Endang.
Dengan semboyan “Dari Desa untuk Indonesia, dari Pesantren untuk Nusantara yang Berwibawa”, Gerakan Wibawa Nusantara diharapkan menjadi inspirasi kebangkitan nasional baru: masyarakat berdaya ekonomi, berwawasan ekologi, berkarakter spiritual, dan melek digital. (*)













