
KARAWANG – Fakultas Hukum Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) berkolaborasi dengan Ganjar Pranowo menggelar Kuliah Kebangsaan bertema “Memperkaya Wawasan Kebangsaan Akademik dan Nilai-Nilai Kebangsaan dalam Penguatan Karakter Mahasiswa”, Rabu (03/12/2025).
Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Hotel Mercure Karawang dan dihadiri lebih dari 500 peserta, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.
Dekan Fakultas Hukum Unsika, Imam Budi Santoso, menyatakan bahwa Kuliah Kebangsaan tidak hanya bertujuan membekali mahasiswa untuk siap memasuki dunia kerja, tetapi juga membangun karakter nasionalis di kalangan generasi muda.
Baca juga: Bawaslu Karawang Lakukan Silaturahmi ke Parpol Parlemen dan Non Parlemen
“Mahasiswa harus bangga menjadi bangsa Indonesia. Kami memilih Ganjar Pranowo karena sebagai tokoh nasional ia memiliki semangat kebangsaan yang perlu ditularkan kepada mahasiswa,” ujarnya.
Setelah acara utama, pihak fakultas akan mengadakan forum diskusi khusus sebagai evaluasi untuk memperkuat keberlanjutan program. Sementara itu, Ganjar Pranowo mengaku terkesan dengan antusiasme peserta.
“Semoga mahasiswa mampu mengasah kepekaan sosial dan menyampaikan gagasan dengan keberanian,” tuturnya dalam sesi dialog.
Ketua Umum BEM Fakultas Hukum, Ibrahim, menyampaikan bahwa sebagaimana yang disampaikan Ganjar Pranowo, Gen Z menjadi penentu arah demokrasi.
“Gen Z sudah menjadi barometer demokrasi. Bahkan di Nepal, aksi demonstrasi diinisiasi oleh anak muda,” katanya.
Ibrahim menegaskan bahwa generasi hari ini harus berani berbicara berdasarkan pertimbangan intelektual, bukan emosi sesaat. Ia memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Alhamdulillah, acara berjalan lancar. Jika harus memberi nilai, saya beri 9,5 dari 10,” ucapnya.
Ibrahim menambahkan bahwa Kuliah Kebangsaan menjadi ruang sinergi mahasiswa untuk memperjuangkan kesejahteraan dan kedaulatan rakyat. Ia mengutip pesan Ganjar mengenai peran pemuda dalam sejarah perjuangan bangsa.
Baca juga: MANIFEST UNSIKA Dorong Digitalisasi UMKM Karawang Lewat Pendampingan dan Kompetisi
“Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Namun beri aku sepuluh pemuda, akan kuguncangkan dunia,” ungkapnya.
Menurut Ibrahim, Kuliah Kebangsaan menegaskan hubungan erat antara hukum dan politik sebagai pilar penting dalam pembentukan negara. Mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi mampu mengimplementasikan ilmu secara nyata.
“Mahasiswa harus terus aktif menyuarakan perjuangan rakyat. Jika bukan kita, generasi berikutnya yang akan melanjutkan sampai menemukan momentumnya,” tutupnya. (*)













