Beranda News FOSJA Kecam Tayangan Trans7, Dinilai Hina Marwah Kiyai

FOSJA Kecam Tayangan Trans7, Dinilai Hina Marwah Kiyai

41
Ketua Forum Santri Aswaja Karawang Syahrul Mubarok

KARAWANG- Program tayangan Xpose Uncensored di Trans7 pada 13 Oktober lalu yang menyorot Pondok Pesantren dan Kiai menuai kontrovesi dan kritik dari banyak kalangan santri. Salah satunya datang dari Forum Santri Aswaja Karawang (FOSJA).

Menanggapi hal itu, Ketua Forum Santri Aswaja Karawang Syahrul Mubarok menyatakan kekecewaannya terhadap narasi yang ditayangkan pada tayangan tersebut, terutama tentang penggambaran kiai yang dinilai tidak sesuai dengan kenyataan.

“Saya kira apa yang dinarasikan pada tayangan itu semuanya tidak sesuai fakta. Soal kiai bermewah-mewah, kiai terima amplop dari santri, terus jalannya ngesot, dan lain-lain itu semua tidak sesuai,” katanya pada wartawan, Kamis (16/10).

Baca juga: Patrick Kluivert dan PSSI Sepakat Akhiri Kontrak Timnas Indonesia

Pemuda yang akrab disapa Gus Syahrul itu juga menyatakan sikap tegas atas kejadian tersebut. Pertama, ia dengan tegas mengutuk tayangan yang dianggap merendahkan kiai, lembaga pesantren, dan para santri—komunitas yang telah berperan besar dalam perjalanan bangsa bahkan sejak sebelum Indonesia merdeka. Kedua, ia menuntut KPI agar merekomendasikan pada Komdigi untuk mencabut izin siar Trans7.

“Trans7 telah melukai hati jutaan santri. Ini bukan sekadar salah tayang, tapi sudah bentuk penghinaan terhadap pesantren,” tegas Syahrul.

Menurut Syahrul, tayangan tersebut dianggap tidak mencerminkan prinsip jurnalisme yang etis dan profesional. Sehingga Trans7 sudah seharusnya tidak lagi memiliki izin siar di Indonesia.

“Itu sama sekali bukan karya jurnalistik. Bahkan, sumber videonya diduga diambil asal dari internet tanpa izin. Tindakan seperti itu jelas melanggar etika, hukum, dan logika,” pungkasnya.