Beranda Headline Festival Tokseoul Wave 2025 Ramaikan KCP, Perpaduan Budaya Jepang dan Korea di...

Festival Tokseoul Wave 2025 Ramaikan KCP, Perpaduan Budaya Jepang dan Korea di Karawang

14
Festival Tokseoul Wave 2025

KARAWANG – Budaya pop Jepang dan Korea semakin mendapat tempat di hati masyarakat Karawang. Melihat antusiasme tinggi dari para penggemar Hallyu dan Animanga, Karawang Central Plaza (KCP) menggelar Festival Tokseoul Wave 2025, kolaborasi antara Anime Lovers Karawang (Alka) dan K-Popers Karawang.

Acara yang berlangsung di atrium KCP mulai 11–26 Oktober 2025 ini menyuguhkan beragam kegiatan seru bertema budaya Jepang dan Korea. Pengunjung dapat menikmati berbagai lomba dan hiburan seperti relay dance challenge, random play dance, cosplay competition, coswalk, game competition, coloring competition, toys exhibition, workshop perakitan model kit, hingga noraebang (karaoke) dan lomba makan ramen.

Baca juga: DPMD Karawang Pacu Legalitas BUMDes, Tinggal 78 Desa Belum Berbadan Hukum

Ketua Alka, Teddy, menjelaskan bahwa fokus utama acara tahun ini adalah pada cosplay competition dan coswalk, di mana peserta menampilkan karakter dari anime dan gim favorit mereka.

“Kalau dari sisi Korea, kemarin saat grand opening kami gabungkan dengan budaya Jepang. Ada pertunjukan taiko lalu dilanjut kompetisi mukbang ramen,” ujar Ristia, Ketua K-Popers Karawang.

Ristia menambahkan, kompetisi relay dance kali ini menggunakan game arcade Pump hasil kolaborasi dengan Funworld.

“Setelah itu ada RPD Dance bersama Foxy, yang jadi highlight di sesi hiburan,” katanya.

Selain menampilkan pertunjukan tari, akan ada sesi noraebang dengan lagu-lagu idol Korea yang sedang comeback di tahun 2025 serta lagu-lagu era keemasan Hallyu Wave.

Sementara itu, Teddy menambahkan bahwa dalam dua minggu ke depan, pengunjung juga dapat mengikuti beauty class dari Emina 18, workshop model kit, serta kompetisi game Tekken 8 yang akan digelar pada 19 Oktober 2025.

“Puncak acara akan berlangsung pada 26 Oktober, dengan dance competition dan ditutup oleh sesi noraebang khas budaya Korea,” jelas Teddy.

Menurut Ristia, kegiatan seperti ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh budaya Jepang dan Korea di kalangan masyarakat Karawang.

“Harapannya acara ke depan makin berkembang dan semakin ramai,” ujarnya optimistis.

Teddy menuturkan, tahun ini festival mengusung tema ‘Tokseoul Wave’, gabungan kata Tokyo dan Seoul, dengan target pengunjung mencapai 3.000 orang.

Baca juga: Mahasiswa Pascasarjana Unsika Pelopori Penulisan Karya Ilmiah Berbasis AI

“Peserta coswalk terdaftar sekitar 150 orang, belum termasuk yang ikut spontan. Tahun ini unik karena coswalk dikawal oleh percussion performer, jadi suasananya lebih hidup,” katanya.

Festival ini terbuka untuk semua kalangan, tidak hanya remaja.

“Pecinta budaya Jepang dan Korea datang dari berbagai usia, baik muda maupun dewasa,” tutup Ristia. (*)