Beranda Pernak Pernik Ending: Bisikan Hutan Terlarang

Ending: Bisikan Hutan Terlarang

22
Hutan Terlarang
Cerita Misteri “Bisikan Hutan Terlarang”

Mereka semua terdiam, terhipnotis oleh cahaya aneh itu. Tanpa sadar, Raka dan yang lainnya mulai mengikutinya, meninggalkan bayangan jahat yang masih mengintai dari kejauhan. Langkah-langkah mereka terasa ringan, seolah-olah mereka dituntun oleh kekuatan yang lebih besar. Aji masih menopang Dimas yang setengah sadar, sementara Siska menggenggam erat tangan Raka.

“Kita harus ikuti cahaya ini,” kata Raka lirih. Tak ada protes dari yang lain, hanya ketakutan yang terpendam di hati mereka, berharap ini adalah jalan keluar.

Mereka terus berjalan, mengikuti cahaya yang seakan menembus hutan tanpa hambatan. Jalan setapak yang tadinya tak ada, kini terbuka lebar di depan mereka. Pepohonan yang sebelumnya membentuk labirin mengerikan, kini seperti mundur, memberi jalan. Namun, meski begitu, perasaan bahwa mereka diawasi tidak pernah hilang. Sesekali, Raka bisa merasakan tatapan tajam dari bayangan di kejauhan, namun cahaya itu melindungi mereka.

Setelah beberapa lama, mereka tiba di sebuah dataran terbuka. Cahaya yang mereka ikuti berhenti di sana, mengambang di udara sebelum perlahan memudar. Di hadapan mereka, terlihat sebuah jalan setapak kecil yang tampaknya mengarah keluar dari hutan.

“Kita berhasil…” bisik Siska, masih gemetar.

Namun, saat mereka hendak melangkah ke jalur itu, suara bisikan yang familiar kembali terdengar. Kali ini lebih dekat, lebih mengancam. “Kalian mungkin lolos kali ini… tapi ingat, hutan ini tidak pernah melupakan… dan kami akan menunggu kalian kembali.”

Raka merasakan bulu kuduknya berdiri, namun dia menolak untuk berbalik. Dengan napas tertahan, mereka berjalan cepat menyusuri jalan setapak itu hingga mereka melihat matahari terbit di cakrawala. Cahaya pagi menyambut mereka, dan akhirnya, mereka keluar dari hutan yang telah menjadi mimpi buruk.

Namun, satu hal yang tidak pernah mereka sadari—bahwa bayangan itu kini telah mengikuti mereka, membawa rahasia hutan ke dalam dunia nyata. Dan dari kejauhan, suara bisikan gaib itu masih terdengar samar, menandakan bahwa mereka belum benar-benar bebas. (*)