Beranda News Duh! Kepsek SDN Dawuan V Diduga Jualan LKS

Duh! Kepsek SDN Dawuan V Diduga Jualan LKS

58
Ilustrasi (Foto: ANTARA/Agus Bebeng)

KARAWANG- Kepsek SDN Dawuan V Cikampek diduga memperjualbelikan buku LKS kepada para siswa di lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) V Dawuan V Cikampek, Alamsah mengakui bahwa penjualan LKS merupakan atas dasar permintaan orangtua siswa.

“Karena ada permintaan dari orangtua siswa jadi kita lakukan penjualan buku LKS, kalau tidak ada permintaan dari orangtua siswa mungkin sekolah tidak akan melaksanakan,” Kata dia.

Tak hanya permintaan dari orangtua siswa bahkan kata dia dengan adanya buku LKS mampu mengurangi waktu bermain gadget yang kerap dilakukan oleh siswa ketika di rumah.

Baca juga: Tak Ajukan Gugatan ke MK, Paslon Acep-Gina Legowo dengan Hasil Pilkada Karawang 2024

“Alasannya itu juga, jadi selain di sekolah anak juga di rumah bisa belajar melalui buku LKS dan bisa mengurangi bermain hp,” ungkapnya.

Untuk kisaran harga buku LKS yang diperjualbelikan oleh sekolah menurut dia hanya di harga dua puluh ribu rupiah permata pelajaran.

“Untuk semua kelas dari kelas satu sampi kelas 6 dan disesuaikan sama kebutuhan siswa. Kalau harga perbuku Rp 20 ribu,” terangnya.

Ilustrasi (Foto: ANTARA/Agus Bebeng)

Selain itu dari hasil penjualan buku LKS tersebut pihaknya juga memberikan program gratis bagi siswa maupun orangtua siswa yang tidak mampu membeli.

“Kita tidak memaksa, jadi yang tidak mampu kita berikan gratis dan kita tidak juga tidak melibatkan korwil maupun dinas pendidikan,” jelasnya.

Sementara salah satu orang tua siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dawuan Tengah 5, Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek mengeluhkan adanya penjualan buku paket dan LKS (Lembar Kertas Siswa) yang dilakukan pihak sekolah.

Baca juga: Relawan GAPURA MAS Gelar Syukuran Kemenangan Aep-Maslani di Pilkada Karawang 2024

“Jadi awalnya si anak disuruh beli buku paket, namun karena buku paketnya belum kunjung datang, maka siswa disuruh membeli buku LKS. Lalu, setelah buku paketnya ada, si anak tasnya dimasukin buku paket dan disuruh bawa pulang dan harus dibayar sama orang tuanya,” katanya.

Disampaikannya, mengetahui hal tersebut sebagai orang tua merasa kaget. Dimana sebagai orang harus mengeluarkan uang yang cukup besar. Untuk pembelian buku LKS sekitar Rp 200 ribu dan buku paket Rp 400 ribu dengan total sekitar Rp 600 ribu