
Senada, anggota Komisi III lainnya, Pipik Taufik Ismail mengaku sangat prihatin melihat kondisi wilayah sepanjang pesisir pantai di Karawang saat in, di mana ribuan hektar tambak dan lahan pertanian kondisinya sudah menghilang tertutup abrasi dan rob (luapan air laut yang lebih tinggi dari bibir pantai).
“Kita melihat langsung di lokasi dan memang kondisinya sangat mengkhawatirkan. Ribuan hektar lahan pertanian dan pertambakan saat ini kondisinya sudah hilang,” ucapnya.
Oleh karena itu, Pipik menegaskan, pemkab harus segera mencari solusi sementara, yaitu dengan membuat tiang pacangan atau pemecah ombak dan tanggul penahan rob.
Baca Juga:Â Ketua DPRD Didampingi Ketua Komisi IV Hadiri Halal Bihalal PGRI Karawang
“Ini merupakan solusi alternatif sambil menunggu anggaran, sehingga baik pemukiman warga, tambak dan lahan pertanian tidak habis terkikis abrasi,” ujar Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.
“Hal ini tidak boleh dibiarkan. Pemerintah dalam hal ini dinas terkait harus segera menyelesaikan,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Nurlaela Saripin, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Karawang menuturkan kekecewaannya lantaran sampai tahun 2022 ini, wilayah Karawang Utara khususnya wilayah pesisir tetap tidak masuk dalam prioritas anggaran.
“Untuk wilayah pesisir ini, saya sudah sangat gembira ketika Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akan memprioritaskan pembangunan di dapil-dapil wilayah pesisir. Namun tetapi ketika kita melihat dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) kemarin, justru malah masih sama saja, tidak ada yang diprioritaskan,” sesalnya.
Padahal, menurutnya banyak potensi yang luar biasa diwilayah pesisir ini.
“Wilayah pesisir Karawang ini memiliki banyak potensi luar biasa, dari mulai pertanian, pariwisata sampai pertambakan. Sampai kapan mau dibiarkan begitu saja,” pungkasnya.













