Beranda News DPMD Karawang Akan Alokasikan Dana Desa 2024 Untuk Atasi Kemiskinan

DPMD Karawang Akan Alokasikan Dana Desa 2024 Untuk Atasi Kemiskinan

35
Dana Desa
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Karawang, Wiwiek.

KARAWANG – Anggaran dana desa tahun 2024 di Kabupaten Karawang akan cair pada periode April hingga Juli, total nilainya sebesar Rp 348.461.932 untuk 297 desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Karawang, Wiwiek menyampaikan, anggaran tersebut dialokasikan untuk mengatasi permasalahan di masing-masing desa, seperti stunting, kemiskinan ekstrem dan ketahanan pangan.

“Alhamdulillah untuk tahun 2024 terkait dana desa Karawang kita mendapatkan 348.461.932 untuk dialokasi ke 297 desa,” ujarnya. Mengutip tvberita.co.id pada Selasa, 6 Februari 2024.

Baca juga: Sebanyak 1.042 Warga Binaan Lapas Karawang Dipastikan Ikut Pemilu 2024

Ia memaparkan, anggaran ini khusus diperuntukkan bagi 297 desa. Jadi tingkat kelurahan tidak akan mendapatkan dana tersebut.

“Kelurahan tidak akan mendapatkan dana desa ini,” paparnya.

Sementara, proses pencairan terbagi menjadi 2 tahap. Sebesar 60 persen akan dicairkan pada tahap pertama dan 40 persen dicairkan pada tahapan kedua.

Tahap pertama sendiri telah ditentukan waktunya, akan terselenggara pada bulan April hingga Juli 2024.

Baca juga: Disdukcapil Karawang: e-KTP Pemilih Pemula Langsung Kita Antar ke Sekolah

“Pencarian 2 kali, cair awal akan dilakukan pada awal bulan April dan maksimal bulan Juli,” katanya.

“Sesuai dengan aturan Menkeu No 146 tahun 2023 tentang pengalokasian dana dan penyaluran serat penggunaan dana desa. Dana ini diperuntukkan bagi pengentasan kemiskinan ekstrem melalui BLT yang ada di desa. Untuk ketahanan pangan, di dalamnya juga ada stunting, sisanya disesuaikan dengan potensi masing-masing desa,” tambahnya.

Di samping itu, Wiwiek menyebutkan, ada 5 Kecamatan di Karawang yang mengalami kemiskinan ekstrem, yakni Batujaya, Cibuaya, Cilamaya Kulon dan Kutawaluya.

Baca juga: Para Kiyai Kampung se Karawang Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran

Namun, kata Wiwiek, jumlah anggaran yang diterima desa akan disesuaikan juga dengan jumlah penduduk.

“Anggaran paling tinggi itu Rengasdengklok Selatan dengan jumlah anggaran kurang lebih Rp 2 miliar. Salah satu indikatornya jumlah penduduk,” pungkasnya. (*)