beritapasundan.com – Pemerintah Thailand telah mengumumkan penambahan hari libur nasional pada tahun 2025 sebagai bagian dari upaya mendorong perekonomian negara. Langkah ini dilakukan untuk merangsang konsumsi domestik, meningkatkan aktivitas wisata, dan mendukung sektor usaha kecil dan menengah (UKM).
Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat Thailand untuk menghabiskan lebih banyak waktu bepergian dan berbelanja, terutama di wilayah-wilayah yang bergantung pada sektor pariwisata. Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, sektor perhotelan, restoran, dan transportasi diprediksi akan mengalami peningkatan permintaan, yang pada gilirannya dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.
Baca juga:Â Misteri Kampung Salapan: Keunikan, Sejarah, dan Mitos yang Melekat
Langkah serupa pernah dilakukan sebelumnya oleh Thailand, di mana penambahan hari libur terbukti mampu mendorong konsumsi masyarakat. Kebijakan tersebut juga diharapkan dapat memberikan jeda waktu bagi masyarakat untuk menikmati waktu berkualitas bersama keluarga, sekaligus meningkatkan produktivitas kerja setelah masa istirahat.
Selain itu, pemerintah juga berencana memanfaatkan hari libur tambahan ini untuk mengadakan berbagai program promosi wisata domestik. Sektor pariwisata menjadi salah satu penopang utama ekonomi Thailand, sehingga kebijakan ini diyakini dapat memberikan efek berganda yang signifikan.
Namun, penambahan hari libur juga mendapat perhatian dari sejumlah pelaku industri, khususnya di sektor manufaktur, yang khawatir akan potensi gangguan terhadap produktivitas. Untuk itu, pemerintah Thailand berkomitmen menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan produktivitas nasional melalui perencanaan yang matang.
Baca juga:Â Menghadapi Globalisasi: Pentingnya Wawasan Kebangsaan bagi Generasi Muda
Kebijakan penambahan hari libur ini menunjukkan langkah proaktif Thailand dalam menghadapi tantangan ekonomi global, sekaligus memperkuat daya saing sektor pariwisata dan konsumsi domestik. Dengan implementasi yang tepat, kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Thailand di tahun 2025. (*)














