Karawang – Pergantian tahun kerap dimaknai sebagai momentum refleksi diri sekaligus menata harapan baru. Dalam tradisi Islam, menyambut Tahun Baru dianjurkan diisi dengan doa dan amalan positif sebagai bentuk muhasabah (introspeksi) serta permohonan keberkahan kepada Allah SWT.
Ulama dan tokoh agama mengingatkan, pergantian tahun bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki niat, dan meningkatkan kualitas keimanan.
Beberapa amalan yang dianjurkan dalam menyambut Tahun Baru di antaranya adalah memperbanyak istighfar, memohon ampun atas dosa dan kelalaian yang telah dilakukan sepanjang tahun. Istighfar menjadi pintu awal agar langkah di tahun berikutnya lebih bersih dan penuh keberkahan.
Selain itu, umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan doa akhir tahun dan doa awal tahun, sebagai bentuk penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Doa tersebut berisi permohonan ampunan, perlindungan dari keburukan, serta harapan agar amal ibadah di tahun mendatang diterima dan dilipatgandakan.
Baca juga:Â Didin Sirojudin Apresiasi Bupati Aep atas Peresmian Infrastruktur Karawang Akhir Tahun
Amalan lain yang juga dianjurkan adalah membaca Al-Qur’an, melaksanakan salat sunnah, serta memperbanyak sedekah. Sedekah diyakini dapat membuka pintu rezeki dan menolak bala, sekaligus menjadi wujud kepedulian sosial kepada sesama.
Tak kalah penting, menyambut Tahun Baru juga dapat diisi dengan niat dan tekad memperbaiki diri, baik dalam hubungan dengan Allah (hablumminallah) maupun dengan sesama manusia (hablumminannas). Memperbaiki akhlak, menjaga lisan, serta meningkatkan kepedulian sosial menjadi bagian dari amalan yang bernilai ibadah.
Dengan mengisi pergantian tahun melalui doa dan amalan positif, umat Islam diharapkan mampu menjadikan Tahun Baru sebagai awal kehidupan yang lebih baik, lebih bermakna, dan lebih diridhai oleh Allah SWT.














