Beranda Headline DK PWI Jabar Ingatkan Wartawan Kedepankan Kaidah Jurnalistik dari Gempuran Teknologi AI

DK PWI Jabar Ingatkan Wartawan Kedepankan Kaidah Jurnalistik dari Gempuran Teknologi AI

71
Ilustrasi Teknologi AI (Foto: Ist)

BANDUNG- Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (DK PWI) Jawa Barat ajak wartawan se-Jawa Barat untuk tetap mematuhi kode etik jurnalistik di tengah gempuran teknologi artifisial intelejen (AI).

Anggota DK PWI Jawa Barat, Suherlan menyampaikan, kita semua tidak bisa memungkiri pesatnya perkembangan teknologi.

Hal ini ia akui karena keberadaan AI saat ini sudah mulai masuk ke ranah dunia jurnalistik, yakni bidang penyiaran presenter.

Baca juga: Maria Vania Liburan ke Korsel, Netizen: Roti Sobeknya Besar Sekali

“Artificial intelejen kalo dikaitkan dengan dunia pers itu sebuah bantuan sekaligus sebuah tantangan. Saat ini contohnya media nasional TV One sudah mulai menggunakan presenter berbentuk AI,” ujarnya saat diwawancarai pada Senin, 30 Oktober 2023.

Selain di ranah penyiaran presenter, kata Suherlan, AI juga sudah merambat ke dunia penulisan yang cepat dan praktis.

Ia memaparkan, saat ini memang mulai banyak penulis, konten kreator, hingga jurnalis yang menggunakan jasa AI untuk mempercepat dan mempermudah pekerjaannya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kabupaten Karawang : Berpotensi Hujan Ringan

“Boleh-boleh saja, tapi ketika mau dipublish menjadi produk jurnalistik, harus mempertimbangkan kode etik dan standar penulisan yang sesuai dengan kaidah jurnalistik,” paparnya.

Suherlan menegaskan, kecanggihan teknologi tidak bisa dihalang-halangi, tetapi jangan sampai para jurnalis terjebak dan akhirnya bergantung pada AI.

Ia berpesan kepada para jurnalis khususnya di Jawa Barat untuk tetap memperhatikan kualitas dari produk jurnalistik yang akan disebarkan kepada masyarakat.

Baca juga: Coba Ini! Tips Ampuh Menghilangkan Jerawat di Punggung

Sebab pers sendiri memiliki beban fungsi sebagai pemberi edukasi, pemberi informasi, pemberi hiburan dan pengontrol sosial.

“Tetap perhatikan prinsip dan etika jurnalistik. Jangan sampai jadi tidak kredibel produk jurnalistiknya,” tegasnya.

“Belajar terus, banyak baca, lihat media-media yang bagus (track record-nya) sebagai pembanding. Dan tentunya rambu-rambu dan kode etik jurnalistik harus tetap dikedepankan,” pungkasnya.