Beranda Headline Diundang oleh Nelayan, Dinas Perikanan Malah Tidak Hadir

Diundang oleh Nelayan, Dinas Perikanan Malah Tidak Hadir

61

KARAWANG- Serikat Nelayan Indonesia Kabupaten Karawang gelar acara Deklarasi Forum KUB di Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon. Di hadiri beberapa pengurus, diantaranya KUB dari Desa Sukakerta, KUB dari Desa Sukajaya dan 1 KUB dari Desa Pusaka Jaya.

Selain nelayan, kegiatan ini juga mengundang pihak Dinas Perikanan Kabupaten Karawang dan pihak Penyuluh Perikanan Wilayah Pasir Putih. Sayangnya, surat yang dilayangkan tidak mendapat respon dari pihak Dinas Perikanan Kabupaten Karawang.

“Sedangkan respon dari penyuluh menyampaikan tidak dapat hadir karena ada kegiatan lain di luar kota,” ujar salahsatu panitia.

Baca Juga: Puluhan Mahasiswa UBP Karawang Terima Beasiswa KIP Aspirasi Syaiful Huda

Di pimpin langsung oleh Sekjen SNI Budi Laksana, kegiatan diskusi yang seharusnya menjadi narasumber adalah pihak Dinas Perikanan Kabupaten Karawang, Penyuluh dan Sekjen SNI. Sayangnya pihak yang seharusnya menjadi pengayom tidak hadir.

Dalam diskusi disampaikan beberapa hal, diantaranya pentingnya berserikat atau berorganisasi. Memahami beberapa hal tentang isi dari pasal-pasal penting yang di jadikan dasar nelayan bahwa mereka telah dilindungi oleh peraturan perundang-undangan.

“Skema maksud dan tujuan SNI dalam menyatukan KUB yang sudah terbentuk yaitu menciptakan paradigma baru tentang KUB yang bukan sebagai alat memperoleh bantuan dan rencana-rencana tindak lanjut dalam membangun kemandirian nelayan untuk membuka ekonomi alternatif dengan berkolaborasi bersama pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Perikanan dan/atau Penyuluh,” ujarnya.

Baca Juga: Keren! Mak Edah Diganjar Penghargaan Local Hero Achievement, Begini Profilnya

Menurutnya, pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan pihak-pihak pemangku kebijakan seperti pemerintah desa, pemerintah daerah, khususnya Dinas Perikanan dan/atau penyuluh dan aparatur negara polairut.

Sementara menurut Ketua Forum Komunikasi KUB Masruin, pihaknya sangat mengharapkan adanya kehadiran pihak Dinas maupun Penyuluh sehingga bisa berdiskusi dan menjalin hubungan untuk bisa berkolaborasi dalam mengurus kemaslahatan nelayan.

“Baik memberikan informasi program yang bisa di kerjasamakan, informasi kebijakan pusat maupun daerah baru yang belum kami ketahui karenakan kondisi nelayan rajungan saat ini sedang merasakan nelangsa karena harga jual rajungan yang menurun drastis,” tutupnya. (rok/ddi)

Artikulli paraprakPuluhan Mahasiswa UBP Karawang Terima Beasiswa KIP Aspirasi Syaiful Huda
Artikulli tjetërKeren! Investasi di Karawang Capai 15,2 T, Sektor Properti Paling Menjanjikan