
KARAWANG – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang menargetkan terbentuknya 25 desa wisata baru pada tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pariwisata Karawang melalui pengembangan desa wisata dan wisata urban yang berkelanjutan.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disparbud Karawang, Lusi, menjelaskan bahwa saat ini telah ada 8 desa wisata rintisan yang terus dibina agar naik status menjadi desa wisata berkembang. Dua di antaranya, Desa Sedari dan Desa Karang Jaya, disebut hampir memenuhi kriteria tersebut.
“Kami menilai desa wisata bukan dari daya tarik alamnya saja, tapi juga dari kesiapan masyarakat, kelembagaan, dan keberlanjutannya. Desa wisata harus tumbuh dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).
Baca juga: Sekolah Tani Karawang: Pemuda Jadi Garda Depan Pertanian Berkelanjutan
Lusi menambahkan, Disparbud Karawang tengah menyusun travel pattern atau pola perjalanan wisata agar wisatawan memiliki rute kunjungan yang jelas dan beragam.
“Kami ingin orang datang ke Karawang tidak hanya sekali, tapi punya alasan untuk kembali. Karena itu, kami kembangkan pola perjalanan wisata yang unik dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kelembagaan dan Kemitraan Bidang Destinasi Pariwisata, Asep Supriadi, mengungkapkan bahwa 8 desa wisata yang telah ditetapkan melalui keputusan Bupati pada 2024 akan menjadi model bagi pengembangan berikutnya.
“Target kami tahun 2026 ada tambahan sedikitnya 25 desa wisata baru. Tapi kami optimistis bisa melampaui target tersebut,” kata Asep.
Menurutnya, pengembangan pariwisata Karawang juga mengacu pada Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPARDA) untuk periode 2026–2045. Dalam rencana itu, setiap wilayah akan dikembangkan sesuai potensi dan karakteristiknya.
“Wilayah utara difokuskan pada wisata bahari seperti pantai, sedangkan wilayah selatan dikembangkan untuk wisata alam seperti curug dan pegunungan,” jelasnya.
Selain mengembangkan potensi wisata alam dan buatan, Disparbud Karawang juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pariwisata.
Langkah tersebut dilakukan melalui pembentukan dan pelatihan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dengan materi Sapta Pesona, manajemen pengelolaan wisata, serta storytelling wisata agar masyarakat dapat mempromosikan desanya dengan menarik.
Baca juga: Pimpinan Ponpes Karawang Kecam Tayangan Trans7 yang Dinilai Lecehkan Ulama
“Kami ingin masyarakat sadar bahwa mereka bagian penting dari ekosistem wisata. Kalau masyarakatnya sadar wisata, otomatis lingkungannya akan lebih tertib, bersih, dan menarik untuk dikunjungi,” tutur Asep.
Dengan target 25 desa wisata baru pada tahun 2026, Disparbud Karawang optimistis pariwisata Karawang akan tumbuh menjadi sektor unggulan yang berdaya saing, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat desa. (*)













