Beranda Headline Disparbud Karawang Perkenalkan Program Nyeni di Sakola, Budaya Masuk Lingkungan Sekolah

Disparbud Karawang Perkenalkan Program Nyeni di Sakola, Budaya Masuk Lingkungan Sekolah

8
Nyeni di sakola
Pemkab Karawang saat memaparkan program Nyeni di Sakola Tahun 2026 dalam kegiatan Ngopdud di Kampung Budaya Karawang. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melalui Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) akan meluncurkan program “Nyeni di Sakola Tahun 2026” sebagai upaya memperkuat nilai budaya di lingkungan sekolah. Program ini disampaikan dalam kegiatan Ngobrol Pendidikan Budaya (Ngopdud) yang digelar di Aula Kampung Budaya Karawang pada Kamis (13/11).

Kepala Disparbud Karawang, Bastian Sudrajat, melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Waya Karmila, menjelaskan bahwa program Nyeni di Sakola akan menjadi langkah strategis untuk mengenalkan seni dan budaya Karawang kepada siswa, terutama tingkat SD dan SMP.

“Program budaya ini adalah permulaan bidang kebudayaan Disparbud masuk ke Disdik. Kami akan utamakan seni-seni khas Karawang agar regenerasi tahu tentang budaya Karawang,” ujarnya.

Baca juga: 21 SMA Meriahkan Bulan Bahasa Indonesia 2025 di Karawang

Menurut Waya, program Nyeni di Sakola akan menghadirkan edukasi budaya yang mencakup kekayaan seni tradisional, sejarah, hingga cagar budaya Karawang. Penguatan ini juga sejalan dengan amanat Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang memuat 10 objek pengembangan budaya, seperti tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, seni, bahasa, permainan rakyat, hingga olahraga tradisional.

“Program ini bertujuan agar kebudayaan Karawang tidak punah. Anak-anak perlu tahu bahwa Karawang punya kesenian topeng banjet dan berbagai cagar budaya lainnya,” katanya.

Selain membawa budaya ke sekolah, program Nyeni di Sakola juga akan memberdayakan para seniman lokal Karawang untuk terlibat dalam pelaksanaannya. Meski begitu, Waya menyebut bahwa teknis implementasi di lapangan masih dibahas lebih lanjut.

“Seniman nanti diberdayakan di sekolah-sekolah, apakah melalui ekstrakurikuler, stadium general, atau kegiatan lain. Teknisnya sedang kami matangkan untuk 2026,” jelasnya.

Baca juga: Kuliah Kebangsaan UBP Karawang, Lemhannas Ingatkan Pentingnya Nilai Pancasila dalam Sehari-hari

Waya juga menginformasikan adanya rencana pertukaran bidang antara Disdikpora dan Disparbud. Ke depan, Disdikpora kemungkinan berubah nama menjadi Disdikbud, sementara Disparbud akan menjadi Disparpora sebagai penyesuaian nomenklatur dan kewenangan bidang.

Dengan hadirnya program Nyeni di Sakola, Pemkab Karawang berharap pelestarian budaya dapat berjalan lebih maksimal melalui pendidikan dan pelibatan generasi muda. (*)