KARAWANG – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang mengadakan pelatihan pengelolaan desa wisata yang bertempat di Sindang Reret Resto Karawang pada Kamis, 26 September 2024. Pelatihan ini dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari pengelola desa wisata, Kepala Desa, akademisi, serta instansi terkait.
Lusi Asela, Kepala Bidang Destinasi Wisata Disparbud Karawang, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam pembangunan desa wisata serta memperkenalkan potensi-potensi desa yang berpeluang menjadi destinasi wisata.
Baca juga: Dinkopukm Karawang Berikan Bantuan Alat untuk 220 Pelaku UMKM
“Kami ingin mensosialisasikan berbagai potensi desa agar dapat dikembangkan menjadi desa wisata. Sebanyak 10 desa yang telah memiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) turut diundang untuk berbagi pengalaman, merangkul, dan bersama-sama mempromosikan potensi wisata di daerah mereka,” jelas Lusi.
Lusi juga menyoroti kekayaan alam dan sumber daya manusia yang dimiliki Karawang, seperti potensi laut, gunung, dan mangrove yang luar biasa. Namun, ia mengakui bahwa tantangan terbesar adalah mengoptimalkan potensi tersebut agar mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ketika orang luar datang ke Karawang, mereka terkejut dengan banyaknya potensi yang dimiliki. Namun, potensi ini belum sepenuhnya bisa mendongkrak PAD,” tambahnya.
Baca juga: Tingkatkan Partisipasi Pemilih di Pilkada, JMM Blusukan Datangi Masyarakat Pelosok Karawang
Melalui pelatihan ini, Lusi berharap para pengelola wisata dan pihak terkait dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta bersinergi dalam mengembangkan potensi desa wisata. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program Fordesta (Forum Komunikasi Percepatan Pengembangan Desa Wisata) Kabupaten Karawang yang berfokus pada peningkatan daya saing destinasi wisata.
“Dalam forum ini, para peserta dapat menyalurkan keluhan maupun gagasan inovasi. Salah satunya terkait dengan pembentukan SK Desa Wisata yang akan kami perbaiki ke depannya,” tutup Lusi. (*)














