Beranda Headline Diskusi Novel Renjana Azerbaijan Tarik Antusiasme Pembaca di Karawang

Diskusi Novel Renjana Azerbaijan Tarik Antusiasme Pembaca di Karawang

31
Bedah novel
Novelis Shania Rasyid saat acara bedah novel Renjana Azerbaijan di Karawang Creative Space. (Foto: Istimewa) 

KARAWANG – Kegiatan bedah novel Renjana Azerbaijan di Karawang digelar di Karawang Creative Space (KCS), tepatnya di Ground Floor Gramedia World Karawang, Rabu (13/3/2026). Acara ini menjadi ruang diskusi bagi pembaca untuk mengenal lebih dekat karya ketiga dari Shania Rasyid.

Dalam kegiatan bedah novel Renjana Azerbaijan di Karawang, Shania menjelaskan bahwa inspirasi penulisan novel tersebut berangkat dari pengalaman pribadinya saat bekerja di industri minyak dan gas serta kunjungannya ke Azerbaijan.

“Inspirasinya muncul ketika saya bekerja sebagai data analyst di perusahaan oil and gas. Saat itu saya juga sempat berkunjung ke Azerbaijan,” ujar Shania.

Baca juga: Bangun Kedekatan dengan Warga, Satpol PP Karawang Bagikan Takjil

Novel Renjana Azerbaijan mengangkat kisah seorang pemuda asal Riau bernama Iskandar yang bercita-cita bekerja di kilang minyak.

Untuk mewujudkan mimpinya, tokoh utama tersebut melanjutkan studi S2 di Azerbaijan melalui beasiswa magister.

Dalam perjalanan kuliahnya di negara yang dikenal sebagai negeri tanah api tersebut, Iskandar bertemu dengan sejumlah eksil Indonesia yang kehilangan kewarganegaraan pada masa transisi dari Orde Lama menuju Orde Baru.

“Alur cerita dalam novel ini maju dengan sudut pandang orang pertama. Tokoh utamanya adalah Iskandar yang menggunakan sudut pandang ‘aku’,” jelasnya dalam acara bedah novel Renjana Azerbaijan di Karawang.

Dalam novel tersebut, Shania juga mengangkat dua konflik utama.

Pertama adalah konflik mengenai eksil Indonesia yang kehilangan identitas kebangsaan akibat perubahan politik di Indonesia pada masa lalu.

Konflik kedua berkaitan dengan geopolitik di kawasan Kaukasus, yaitu perang di wilayah perbatasan Azerbaijan dan Armenia yang dikenal sebagai konflik Konflik Nagorno-Karabakh.

Menurut Shania, bedah novel Renjana Azerbaijan di Karawang menjadi kesempatan untuk memperkenalkan latar sejarah dan budaya Azerbaijan kepada pembaca Indonesia.

Shania mengaku senang dapat berkunjung ke Karawang untuk pertama kalinya melalui kegiatan bedah novel Renjana Azerbaijan di Karawang.

Baca juga: Bangunan Bersejarah di Rengasdengklok Terancam Rusak, Disdikbud Dorong Pelestarian

Ia mengaku tidak menyangka antusiasme pembaca cukup tinggi dalam kegiatan diskusi buku tersebut.

“Ini pertama kalinya saya datang ke Karawang dan ternyata kotanya cukup seru,” katanya.

Melalui novel tersebut, Shania berharap pembaca tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga wawasan baru tentang sejarah, budaya, dan konflik geopolitik di kawasan Kaukasus.

“Saya berharap tulisan ini bisa memberi dampak dan juga mengedukasi pembaca,” ujarnya. (*)