Beranda Headline Dinkes Karawang Belum Lakukan Tracking Pengidap HIV/AIDS, Ini Sebabnya

Dinkes Karawang Belum Lakukan Tracking Pengidap HIV/AIDS, Ini Sebabnya

15
Ilustrasi (Foto: iStock)

KARAWANG – Meledaknya penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Karawang masih menjadi PR besar bagi pemerintah daerah khususnya Dinkes Karawang.

Kepala Dinas Kesehatan Karawang, Endang Surya mengakui pihaknya belum melakukan tracking penyebaran HIV melalui transmisi seksual.

“Untuk sementara kita masih memberikan kebebasan untuk mereka yang ingin tes ke Puskesmas ataupun rumah sakit yang sudah memiliki layanan tes HIV. Jadi, belum kita lakukan hal seperti itu,” jelasnya.

Dinkes Karawang, kata dia, belum memiliki anggaran untuk ke arah sana (tracking). Padahal melalui tracking dapat memperkecil peluang penyebaran HIV/AIDS.

Baca Juga: Kasus HIV/AIDS di Karawang Terus Meningkat, Kini Capai 2052 Kasus

“(Tracking) kita akan jadwalkan, semoga ada anggarannya dan seharusnya memang begitu, harus ditracking sampai ke akarnya agar dapat segera diobati dan memperkecil peluang penyebarannya dengan obat ARV. Sehingga penanganannya bisa lebih terkendali,” imbuh Endang.

Perilaku penyuka sesama jenis atau homoseksual ternyata menjadi pemicu paling tinggi kasus HIV/AIDS di Kabupaten Karawang.

Sebelumnya, Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Karawang mencatat, sejak 1992 hingga Juni 2022 terdapat 2.052 kasus HIV/AIDS. Rata-rata penderitanya masih di usia produktif kisaran 20 – 29 tahun.

Dari 2.052 kasus, angka kematian yang disebabkan HIV/AIDS mencapai 289 orang.

“Setiap tahun angka HIV semakin meningkat, dari Januari sampai Juni 2022 saja ada 157 kasus. Sementara sepanjang 2021 kemarin terdapat 244 kasus,” ungkap staf KPA Karawang, Yana Haryana saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (31/8).

Dipicu Gaya Hidup Bebas

Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh menilai tingginya penularan HIV/AIDS akibat gaya hidup bebas yang tidak terkontrol.

Karenanya, Aep meminta DPPKB dan Dinkes Karawang lebih gencar mensosialisasikan pencegahan dan bahaya HIV/AIDS ke masyarakat, utamanya kalangan remaja pra nikah.

“Dinas KB dan Dinkes harus me-mapping dan menginformasikan kepada masyarakat terkait penanggulangan HIV/AIDS,” ucap Aep, Selasa (6/9/2022).

Baca Juga: Kasus HIV/AIDS Melonjak, IDI Karawang: Pemberian Seks Edukasi Penting Bagi Anak

Penderita HIV/AIDS, kata dia, harus dilakukan pendekatan preventif agar memahami pentingnya hidup sehat dan jangan sampai malah menularkan ke yang lain.

Ia juga mengingatkan antara DPPKB, Dinkes dan KPA (Komisi Penanggulangan Aids) Karawang bisa bersinergis terkait penyajian data dan penanganannya.

Artikulli paraprakPeringati Hantaru, Kepala BPN Ajak Berantas Mafia Tanah di Karawang
Artikulli tjetërAsosiasi Konstruksi Karawang Dorong Pemerintah Terbitkan Perda dan Perbup Jasa Konstruksi