Beranda Headline Diduga Lalai, RS Swasta di Karawang Dilaporkan Ibu Pasien Anak

Diduga Lalai, RS Swasta di Karawang Dilaporkan Ibu Pasien Anak

38
Rs swasta di karawang
Seorang ibu bernama Indah Sari Dewi (28) melaporkan salah satu rumah sakit swasta di  Karawang atas dugaan kelalaian penanganan medis (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Seorang ibu muda bernama Indah Sari Dewi (28) melaporkan salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Karawang kepada pihak berwenang atas dugaan kelalaian penanganan medis terhadap anak kandungnya berinisial T.

Dewi menuturkan, pada Senin (28/4) pagi, anaknya mengalami kejang dan segera dilarikan ke rumah sakit tersebut. Namun saat berada di ruang Unit Gawat Darurat (UGD), tiga perawat gagal melakukan tindakan infus. Padahal, putrinya telah ditempatkan di ruang perawatan Super VIP.

“Anak saya tidak mendapatkan perlakuan baik meski kami membayar mahal untuk ruang Super VIP. Saat memencet bel, perawat datang sangat lama. Bahkan saya pernah menunggu hingga satu jam lebih,” ungkap Dewi, Selasa (1/5).

Baca juga: Surat Edaran Menaker: Penahanan Ijazah oleh Perusahaan Kini Resmi Dilarang

Lebih lanjut, Dewi mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan rumah sakit swasta tersebut. Ia bahkan menemukan seorang perawat sedang tertidur saat kondisi anaknya memburuk dan darah terus keluar tanpa ada penanganan cepat.

“Super VIP tapi perawat tidak siaga. Saya temukan suster tidur, padahal darah anak saya sudah berceceran di lantai. Ini rumah sakit swasta di Karawang yang seharusnya memberikan pelayanan terbaik,” ucapnya.

Pada hari kedua, anak Dewi sudah diperbolehkan pulang meski kondisinya semakin menurun. Anak tersebut mengalami diare hebat, muntah-muntah, dan buang air besar lebih dari belasan kali sehari. Dewi meminta agar rumah sakit segera melakukan pemeriksaan ulang, namun tanggapannya lambat.

“Kami bayar lebih dari 21 juta rupiah, tapi justru diperlakukan seperti ini. Kalau Super VIP saja seperti ini, bagaimana pasien BPJS?” tegasnya.

Pada Kamis (1/5), Dewi meminta agar anaknya dirujuk ke RS Siloam Cikarang. Namun permintaan itu diabaikan hingga malam hari. Ia bahkan mendapat perlakuan kurang baik dari dokter yang justru memarahinya.

“Sudah minta rujukan dari sore, sampai jam 8 malam tidak ditindaklanjuti. Dokternya malah marah-marah,” kata Dewi.

Kondisi anaknya yang penuh bekas suntikan akibat berkali-kali gagal infus semakin membuat Dewi kecewa. Ia menghitung total ada 12 tusukan dari 8 perawat dan satu dokter bedah.

“Anak saya sampai biru-biru, bahkan ada luka bolong. Setelah dirujuk ke RS Siloam, infus langsung berhasil sekali tusuk. Di sana dikatakan pembuluh darah anak saya sudah pecah,” jelasnya.

Dewi, yang kini didampingi kuasa hukumnya, R. Dian Abadi, SH, MH, telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Ia mendesak agar rumah sakit swasta di Karawang tersebut ditutup karena dinilai lalai dan berpotensi membahayakan pasien lain.

“Anak saya kini trauma. Kalau disentuh orang langsung memukul, kalau lihat baju putih langsung tutup mata. Dari anak yang cerewet, sekarang jadi introvert,” ungkapnya.

Kuasa hukum Dewi menambahkan, hingga kini pihak rumah sakit belum menyerahkan rekam medis lengkap, termasuk catatan laboratorium. Bahkan, mereka diduga mengeluarkan keterangan palsu.

Baca juga: Peringati Harkitnas ke-117, Unsika Teguhkan Komitmen Cerdaskan Bangsa

“Hingga kini hanya diberikan lembar keterangan yang menyebutkan ada dua kali infus. Padahal, ibu Dewi menyaksikan sendiri anaknya berkali-kali gagal infus dan bahkan sempat mendokumentasikannya,” terang Dian.

Dian menjelaskan bahwa pihaknya akan menggunakan Pasal 361 KUHP untuk menelusuri dugaan unsur pidana dalam kasus ini. Namun pihaknya masih menunggu rekam medis resmi sebagai dasar hukum lanjutan. (*)