Beranda News Dibalik Kericuhan Aksi ke PT. AAI, Disinyalir Ada Papa Mama Minta Saham

Dibalik Kericuhan Aksi ke PT. AAI, Disinyalir Ada Papa Mama Minta Saham

Setelah Karang Taruna Rajawali, Perhimpunan Pengusaha Lokal Sukaluyu (PPLS), BUMDES Desa Sukaluyu ke PT. Aichikiki Autoparts Indonesia (AAI) di Kawasan Industri KIIC Karawang, berujung rusuh, tersebar kabar LSM Barak akan melakukan aksi lanjutan pada hari Rabu 6 Oktober 2021.

Kerusuhan terjadi berawal dari sekelompok orang tak dikenal yang diduga mengatasnamakan pengusaha limbah melakukan penghadangan dan penyerangan kepada massa pengunjuk rasa di pertengahan jalan menuju kawasan KIIC dan menelan 2 orang korban luka-luka dan beberapa motor rusak parah.

Warga Kurang Taruna yang juga pengusaha asal Karawang, Ahmad Ardiansyah, menyayangkan atas kejadian itu, menurutnya jika ada aspirasi yang perlu disampaikan, sampaikan dengan baik, mengingat saat ini masih dalam situasi Pandemi.

“Aksi apapun itu, ya sah sah saja, cuma disampaikan secara baik dan benar dan dihari yang tepat di waktu yang tepat dan dalam keadaan yang tepat,” kata Ardiansyah yang sedang mengambil gelar doktor Manajemen di Universitas Pasundan Bandung ini, Selasa (5/10/2021).

Saat ditanya mengenai aksi lanjutan LSM Barak pada hari Rabu besok, Ardiansyah mempersilahkan nya, hanya saja setiap pihak harus bisa menahan diri agar jangan sampai mengganggu aktivitas warga maupun iklim investasi di Karawang.

Mengenai LSM Barak yang akan aksi besok ya silahkan saja, seperti tadi saya bilang, sampaikanlah dengan cara-cara yang baik, sehingga orang yang berinvestasi di Kabupaten Karawang enak dan nyaman,” ucapnya lagi.

Menurut Ardiansyah, pihak manapun seharusnya melihat dampak sosial yang akan terjadi dari aksi ini. Jangan sampai menganggu kenyamanan masyarakat dalam berlalu lintas. Terlebih saat ini Presiden Joko Widodo sedang menekan penyebaran Covid-19.

“Jadi harus jelas dulu maksud dan tujuan aksi ini dilakukan, dari siapa ? dan kepada siapa ?, Kalau memang demi kepentingan publik, ya, sampaikan dengan elegan. Jangan menganggu masyarakat, apalagi kita tengah menghadapi pandemi Covid-19,” tandasnya.

Jangan kemudian, tegasnya lebih lanjut, ada hal – hal yang bersifat pribadi untuk mencari keuntungan, seakan -akan kemudian masyarakat yang dibenturkan.

“Apakah benar ada Papa dan Mama minta saham ? Papa dan Mama minta jatah, minta bagian. Karena Papa dan Mama tersebut memiliki wewenang dan jabatan, bohong juga kalau ada yang bilang PT AAI tidak memberikan CSR, sejak 2003 perusahaan tersebut sudah sering membagikan CSR nya kepada warga sekitar, ini semenjak Kepala Desa baru kok malah mempermasalahkan nya lagi, kalau kontribus Perusahaan nya dirasa kurang, ya ngomong aja baik-baik,” pungkasnya. (ddi)

Artikel sebelumyaGarda Bangsa Dorong Pembangunan Rulahu Segera Direalisasikan, Ini Alasannya
Artikel berikutnyaGedung Sekolah Banyak yang Rusak, Sekretaris PKB Merasa Prihatin