
Belum lagi, melihat umurnya yang masih belia, Wawan meragukan adanya tekanan psikis seperti keterangan yang dibunyikan polisi.
“Kalau dari fakta-fakta informasi yang kami dapat sepertinya dengan usia yang begitu muda dan tekanan-tekanan yang kemarin tidak mungkin dia untuk bunuh diri,” terangnya.
Merujuk pada semua keraguan tersebut, saat ini Komnas PA Jabar tengah mendiskusikan terkait langkah ke depan yang akan diambil. Namun pada prinsipnya, ia mendorong kepolisian untuk mengusut tuntas kasus kematian korban.
Baca Juga:Â Luput dari Pengawasan Ortu, Bocah Tenggelam di Kolam Renang Cikarang
“Hanya yang jadi masalah kan karena orangtua korban menolak autopsi, bisa gak upaya-upaya dengan tanpa persetujuan keluarga itu bisa dilakukan? Karena permasalahn ini kan jadi hal sensitif bagi masyarakat. Spekulasi juga bermunculan. Kami dorong polisi untuk mengungkap fakta sebenarnya,” tandasnya.
Gara-gara tertekan soal duit bensin, seorang bocah berinisial S (14) nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri.
Jenazah ditemukan warga di bawah Jembatan Tol Belakang PT. TMMIN, Dusun Pajaten RT/RW 003/002 Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Senin (9/5/2022) pukul 19.00 WIB.
Sebelumnya, Kapolsek Telukjambe, Kompol Oesman Imam menyatakan korban diduga nekat gantung diri karena merasa tertekan setelah dimarahi oleh Istri saksi, gara-gara bensin yang dijualnya belum dibayar oleh pembeli.
“Korban tertekan setelah dimarahi oleh Istri Saksi I,” imbuhnya.
Baca Juga:Â Liburan Berujung Maut, Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Green Canyon Karawang
Dijelaskannya, korban gantung diri menggunakan tali tambang warna biru yang diikatkan di leher dan dicantolkan menggunakan kayu ke sela sela panel jembatan.
Korban, kata dia, menghilang sejak siang setelah pergi dari bengkel. “Pada saat saksi mencari korban, ia mendapati korban sudah meninggal dunia di kolong jembatan tol,” jelasnya.
“Saat ini telah dilakukan olah TKP oleh Tim Inafis Polres Karawang, dan sudah dibuatkan surat pernyataan penolakan autopsi jenazah dari pihak keluarga,” tandasnya. (kii)













