
KARAWANG – Desa Wisata (Dewis) Situ Darwin di Desa Pangulah Utara, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, berhasil meraih prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Jawa Barat. Dalam peringatan Hari Pariwisata Sedunia, Situ Darwin dinobatkan sebagai desa wisata terbaik ke-2 se-Jawa Barat.
Tak hanya itu, momen tersebut juga menjadi kebanggaan bagi jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karawang. Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Lusi Asela, berhasil meraih penghargaan sebagai mentor terbaik ke-5 se-Jawa Barat.
Baca juga: Ramayana Fair 2025 Jadi Magnet Belanja dan Wisata Kuliner Warga Karawang
Dorong Daya Saing Desa Wisata
Kepala Disparbud Karawang, Abas Sudrajat, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Ia menilai semangat para pengelola desa wisata atau forum desa wisata (Fordesta) menjadi kunci berkembangnya sektor pariwisata Karawang.
“Kami Disparbud selalu mendorong dan memotivasi rekan-rekan pengelola untuk berani mengembangkan potensi yang dimiliki, sehingga meningkatkan daya tarik dan daya tawar desa wisata Karawang,” ujarnya, Rabu (1/10/2025).
Abas memaparkan, saat ini terdapat 8 desa wisata di Kabupaten Karawang yang telah memiliki SK penetapan resmi. Para pengelola desa wisata tersebut terus berinovasi, termasuk mengadopsi teknologi digital seperti sistem e-ticketing dan promosi online untuk menarik wisatawan.
Ia menegaskan bahwa Disparbud Karawang melibatkan tenaga ahli, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan dalam proses pendampingan desa wisata. Pemerintah daerah juga menargetkan penambahan desa wisata baru setiap tahunnya guna memperkuat daya saing pariwisata daerah.
“Dengan capaian ini, Karawang semakin menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis desa dan meningkatkan daya saing di tingkat provinsi maupun nasional,” tegasnya.
Potensi Wisata Karawang Mulai Dilirik
Sementara itu, Lusi Asela mengaku bangga atas prestasi yang diraih Desa Wisata Situ Darwin. Menurutnya, Kabupaten Karawang memiliki potensi wisata yang lengkap dan unik, dengan kekayaan budaya serta sejarah yang kuat.
“Dengan torehan ini saya semakin optimistis potensi wisata di Kabupaten Karawang dapat mendunia,” tuturnya.
Lusi menjelaskan, Desa Pangulah Utara baru ditetapkan sebagai Desa Wisata pada Mei 2025. Namun berkat kolaborasi berbagai pihak, desa tersebut mampu meraih posisi kedua terbaik se-Jawa Barat dalam waktu singkat.
“Saya berterima kasih kepada akademisi, komunitas, forum kreatif desa, dan praktisi yang telah mendorong Desa Pangulah Utara menjadi desa wisata yang naik kelas,” katanya.
Baca juga: Gramedia World & BAZNAS Karawang Wakafkan 1.000 Mushaf untuk Santri
Siapkan Pilot Project Desa Wisata Baru
Ke depan, Lusi tengah menyiapkan sejumlah desa wisata baru yang memiliki potensi berkembang sebagai destinasi unggulan. Ia menargetkan lahirnya pilot project wisata yang mengangkat kreativitas dan budaya lokal Karawang.
“Insyaallah secepatnya akan ada pilot project destinasi wisata dengan konsep unik yang memperkaya daya tarik wisata Karawang, serta mengedepankan penyerapan tenaga kerja lokal dan kearifan lokal,” tandasnya. (*)













