Beranda Headline Desa Wisata Bantaragung Majalengka Tumbuh Dinamis: Alam, Budaya, dan Kreativitas Jadi Magnet...

Desa Wisata Bantaragung Majalengka Tumbuh Dinamis: Alam, Budaya, dan Kreativitas Jadi Magnet Utama

19
Suasana Desa Wisata Bantaragung, Majalengka — destinasi alam yang menyegarkan. (Foto: Istimewa)

beritapasunsan.com – Desa Wisata Bantaragung di kaki Gunung Ciremai kembali mencuri perhatian wisatawan dan pelaku pariwisata nasional. Desa ini telah lama dikenal dengan panorama alamnya yang hijau, air terjun jernih, dan terasering sawah yang memukau. Pada 2023, Bantaragung berhasil masuk 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dan meraih Juara 2 kategori Digital dan Konten Kreatif, membuktikan keberhasilan promosi destinasi secara digital di era modern.

Desa Wisata Bantaragung
Desa Wisata Bantaragung (Foto: Istimewa)
Pesona Alam yang Terus Memikat

Destinasi utama seperti Curug Cipeuteuy masih menjadi magnet utama bagi wisatawan yang mencari suasana sejuk dan alami. Air terjun ini menawarkan kolam alami di bawah aliran debit air yang segar, sering digunakan pengunjung untuk mandi dan bersantai menikmati suasana hutan pinus.

Baca juga: Libur Nataru 2025–2026, Karawang Optimalkan Kenyamanan Destinasi Wisata

Tak jauh dari situ, Ciboer Pass menyuguhkan pemandangan terasering sawah yang luas, sehingga kerap disebut mirip lanskap sawah di Pulau Dewata. Area ini menjadi favorit pengunjung untuk berfoto dan menikmati olahraga santai di udara pegunungan yang bersih.

Selain itu, Bumi Perkemahan Awilega terus menarik minat pengunjung yang ingin bermalam di alam — baik berkemah tradisional maupun glamping yang lebih nyaman.

Inovasi Kegiatan dan Pengalaman Budaya

Memasuki 2025, Desa Wisata Bantaragung tak hanya mengandalkan unsur alam, tetapi juga mengembangkan kegiatan berbasis budaya dan ekonomi lokal. Satu program menarik adalah Pasar Bumi Pakuwon, agenda bulanan yang menyajikan kuliner tradisional, kesenian lokal seperti tari topeng, serta jajanan khas desa yang menggugah selera. Kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan sirkulasi ekonomi masyarakat setempat dan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan urban.

Para pedagang lokal juga memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan produk UMKM, dari makanan tradisional hingga produk kreatif khas desa yang kini semakin mudah ditemukan di pasar fisik maupun melalui media sosial.

Peran Komunitas dan Pemberdayaan Masyarakat

Pengembangan wisata di Bantaragung dilakukan secara kolaboratif oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Agung Mandiri, pelaku usaha, petani, dan pemerintah desa. Pendekatan ini tidak hanya memaksimalkan potensi alam tetapi juga memastikan manfaat pariwisata dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga: Kampung Anggur: Gang Sempit yang Kini Jadi Destinasi Wisata dan Ekonomi Warga

Akses dan Persepsi Pengunjung

Akses ke Desa Wisata Bantaragung mulai lebih dikenal luas berkat peningkatan konektivitas seperti keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati yang mempermudah perjalanan wisatawan dari luar daerah.

Menurut beberapa pengunjung, pengalaman di Curug Cipeuteuy dan area terasering sering dibagikan di media sosial — menjadi pemicu meningkatnya kunjungan ke desa yang dulu sepi kini semakin populer. (*)