KARAWANG – Aksi demonstrasi supir truk menolak Rancangan Undang-Undang Over Dimension Over Loading (RUU ODOL) yang berlangsung pada Kamis, 19 Juni 2025, berdampak pada harga bahan pokok (bapok) dan daya beli masyarakat di Pasar Baru, Karawang.
Kenaikan harga yang paling mencolok terjadi pada komoditas sayuran. Salah satu pedagang sayur, Dadan (50), mengungkapkan bahwa harga beberapa jenis sayuran sempat mengalami lonjakan drastis, bahkan lebih dari 100 persen saat puncak aksi demo ODOL berlangsung.
“Waktu demo ODOL kemarin itu puncaknya. Semua harga naik, apalagi bawang daun. Biasanya Rp15.000 per kilogram, sempat naik sampai Rp50.000,” ujar Dadan saat ditemui pada Senin, 23 Juni 2025.
Baca juga: Kekurangan Ruang Kelas, SDN Palumbonsari IV Karawang Terapkan Belajar Dua Shift
Meskipun saat ini harga mulai stabil, Dadan mengatakan bahwa situasi di lapangan belum sepenuhnya normal. Beberapa harga sayuran masih mengalami fluktuasi, dan kondisi tersebut berimbas pada menurunnya daya beli masyarakat.
“Sekarang agak mendingan, walaupun belum signifikan turunnya. Masih banyak pembeli yang ngeluh,” tambahnya.
Dadan dan sejumlah pedagang lain berharap pemerintah bisa mengkaji ulang penerapan RUU ODOL, karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro.
Baca juga: UNSIKA Kirim 1.300 Mahasiswa KKN Gelombang Kedua ke Tiga Kabupaten
“Kalau memang peraturan ODOL itu mau diterapkan, pemerintah harus pikirkan masyarakat kecil. Kasihan kalau daya beli turun, yang rugi bukan cuma pedagang, tapi semua,” tegas Dadan.
Ia juga menyarankan agar pemerintah menyiapkan skema subsidi untuk menekan dampak dari regulasi tersebut, khususnya dalam hal distribusi barang kebutuhan pokok. (*)














