KARAWANG- Sepanjang periode 2020 hingga 2025, sejumlah pejabat di Jawa Barat tercatat terseret kasus korupsi. Data penindakan yang dihimpun dari rilis resmi KPK, Kejaksaan, serta laporan Kepolisian mengungkap bahwa praktik korupsi masih melibatkan berbagai level jabatan, mulai dari kepala daerah hingga pejabat dinas.
Salah satu kasus yang menonjol terjadi pada 2021, ketika Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Ia diduga terlibat korupsi dalam pengadaan bantuan penanganan COVID-19 pada 2020. Proyek tersebut disebut merugikan negara dan menyeret beberapa pihak lain dalam jaringan pengadaan.
Pada 2023, KPK kembali menangkap kepala daerah di Jawa Barat. Wali Kota Bandung Yana Mulyana terjaring operasi tangkap tangan terkait dugaan suap dalam proyek pengadaan CCTV dan layanan internet untuk program Bandung Smart City. Penyelidikan KPK juga menyeret sejumlah pejabat perangkat daerah.
Baca juga:Â Selain Nama Erwin, Kejaksaan Seret Nama Ketua DPD NasDem Kota Bandung dalam Kasus Jual Beli Paket Pekerjaan
Kasus korupsi di Kota Bandung kembali mencuat pada 2024–2025. Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna, ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses persidangan dalam perkara gratifikasi dan dugaan pengaturan proyek yang berkaitan dengan sistem smart city. Ia disebut menerima aliran dana dari pihak swasta yang menggarap proyek tersebut.
Di Bandung Barat, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat juga menetapkan Penjabat Bupati Bandung Barat berinisial AL sebagai tersangka pada 2024. Ia diduga terlibat dalam penyimpangan proyek pembangunan yang berada di bawah kewenangan pemerintah daerah.
Sementara itu, pada 2025, penyidik memanggil dan memeriksa sejumlah pejabat terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran iklan di Bank BJB. Rumah milik mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut digeledah penyidik sebagai bagian dari rangkaian pengumpulan bukti. Proses hukum masih terus berjalan dan belum ada kepastian status hukum terakhir dari kasus tersebut.
Pada tahun yang sama, Wakil Wali Kota Bandung berinisial Erwin ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Bandung. Ia diduga terlibat dalam pengaturan paket pekerjaan di lingkungan pemerintah kota.
Di luar kasus di tingkat kepala daerah, Kepolisian Daerah Jawa Barat melaporkan sedikitnya 60 tersangka korupsi sepanjang tahun 2020, yang sebagian di antaranya merupakan ASN dan pejabat dinas kabupaten/kota. Kasus-kasus tersebut mayoritas terkait pengadaan barang dan jasa serta penyalahgunaan anggaran daerah.
Rangkaian kasus tersebut menunjukkan bahwa korupsi di Jawa Barat masih menjadi tantangan besar, terutama pada sektor pengadaan barang dan jasa pemerintah. Penegak hukum berkomitmen melanjutkan upaya pemberantasan korupsi, sementara publik menuntut transparansi lebih kuat dalam tata kelola pemerintahan daerah. ***














