Beranda Headline Curahan Hati Seorang Gay di Karawang yang Coba Keluar dari Dunia Hitam

Curahan Hati Seorang Gay di Karawang yang Coba Keluar dari Dunia Hitam

49
Ilustrasi (Foto: iStock)

KARAWANG – Peringati Hari Aids Sedunia tahun 2023, Komunitas Lelaki Seks Lelaki (LSL) memberikan pesan kepada seluruh masyarakat Karawang yang memiliki perilaku seks menyimpang.

1 Desember adalah hari peringatan Aids sedunia, di tahun 2023 ini tema yang diangkat adalah Let Communities Lead.

“Biarkan komunitas (masyarakat) yang memimpin,” tulis WHO pada laman resminya.

Baca juga: Kasus HIV/AIDS di Karawang Terus Meningkat, Kini Capai 2052 Kasus

Artinya, peran komunitas dan masyarakat dalam penanggulangan HIV/Aids sangatlah penting.

Salah satu anggota Komunitas LSL Karawang, Doni (nama samaran) turut menanggapi tema Aids tahun ini. Menurutnya, peran komunitas memang sangat penting.

Karena sesama komunitas ada kedekatan emosional dan lebih mengerti satu sama lain.

“Kita itu sesama komunitas, gak saling diskriminasi kak. Kalau ada yang terkena penyakit IMS seperti sifilis, HIV kita tetep rangkul dan temenin,” ungkapnya kepada tvberita.co.id saat diwawancarai.

Baca juga: 550 Ibu Hamil di Karawang Jalani Screening HIV AIDS

Doni mengerti betul, ketakutan terbesar teman-teman LSL adalah serangan penyakit. Bagaimanapun, tidak sedikit dari mereka yang hati nuraninya berkata ingin keluar dari perilaku seks menyimpang.

“Kita juga sadar risiko, tapi kebanyakan faktor yang menyebabkan kita jadi LSL itu kalau enggak dari lingkungan, ya ada kelainan. Jadi enggak mudah untuk keluar dari zona seperti itu,” tuturnya.

Bagaimanapun, ia juga turut prihatin karena berdasarkan kesaksiannya Karawang juga termasuk darurat dalam ranah prostitusi baik online maupun offline.

Baca juga: KPAD Karawang Sebut Penderita HIV Rentan Terpapar Penyakit Cacar Monyet

“Apalagi jaringan online banyak banget,” katanya.

Di hari Aids ini ia berpesan kepada masyarakat Karawang untuk pelan-pelan berhenti dari perilaku seks bebas, karena dampaknya akan disesali dikemudian hari.

“Alhamdulillah saya udah berhenti, jalan kita masih panjang, ayok keluar dari zona ini, pelan-pelan pasti bisa berhenti dan menjalani hidup lebih baik,” ajaknya.

“Peran sesama komunitas tentu sangat penting, saya menganggap teman-teman sebagai keluarga sendiri. Sebagai orang yang sangat mengerti dunia yang gelap, kita juga punya peran untuk memutus rantai penyakit seperti sifilis, HIV/Aids,” pungkasnya.