Beranda Headline Cuaca Buruk Gagalkan Penerbangan Perdana Ajang Paralayang Internasional di Sumedang

Cuaca Buruk Gagalkan Penerbangan Perdana Ajang Paralayang Internasional di Sumedang

16
Paralayang internasional sumedang
Peralatan paralayang kembali dilipat setelah keputusan pembatalan take off di ajang internasional paralayang, Senin (22/9/2025). (Foto: Istimewa)

beritapasundan.com – Sebanyak 120 pilot paralayang dari berbagai negara batal mengudara di langit Kabupaten Sumedang. Arah angin yang tak menentu menjadi penyebab utama gagalnya para atlet melakukan take off pada hari pertama ajang West Java Paragliding Championship 2025.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Senin (22/9/2025), area take off di Batudua, Gunung Lingga, Kecamatan Cisitu, sempat dipadati atlet yang sudah bersiap terbang. Namun tak lama kemudian panitia mengumumkan pembatalan dan meminta peserta kembali melipat peralatan paralayang.

Baca juga: Investasi di Karawang Capai Puluhan Triliun, Serapan Tenaga Kerja Masih Rendah

Salah satu peserta asal Jawa Tengah, Salwa Hafifah, membenarkan bahwa hari pertama perlombaan batal mengudara.

“Hari ini cancel karena arah angin tidak berubah, kecepatannya full dari kanan, jadi penerbangan dilanjutkan besok. Seharusnya jam 11 sudah mulai terbang, tapi kami menunggu sekitar 4 jam,” ujar Salwa.

Ia mengaku sedikit kecewa, namun tetap menerima keputusan panitia.

“Ya sebetulnya kecewa, tapi paralayang sangat tergantung cuaca. Kalau tidak bagus, kami tidak mau ambil risiko. Mudah-mudahan besok cuacanya mendukung,” tambahnya.

Kepala Disparbudpora Sumedang, Nandang Suparman, menjelaskan kondisi angin tidak sesuai standar teknis.

“Hari ini anginnya dari timur ke selatan, padahal seharusnya dari timur ke utara. Kalau dipaksakan sangat berisiko, tidak memenuhi standar take off di Batudua,” ucapnya.

Baca juga: Tim SAR Kerahkan Perahu, Drone, dan Penyisiran Darat Cari Wisatawan Hilang di Sukabumi

Meski batal di hari pertama, Nandang menegaskan agenda internasional West Java Paragliding Championship 2025 tetap berjalan sesuai jadwal hingga 28 September 2025. “Tidak ada penambahan waktu, penutupan tetap tanggal 28 September,” katanya.

Ajang internasional ini diikuti pilot paralayang dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Argentina, Korea Selatan, Australia, India, Singapura, Swedia, Jerman, China, Malaysia, Turki, Iran, Filipina, dan Republik Ceko. Selain lomba paralayang, rangkaian acara juga menghadirkan Sumedang Creative Festival yang menampilkan budaya lokal dan produk khas Sumedang. (*)