
KARAWANG – Dalam rangka menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah Karawang sekaligus memperkuat pemahaman generasi muda akan sejarah nasional, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Kabupaten Karawang menggelar lomba Cerdas Cermat Sejarah bertema “Mencintai Sejarah Karawang sebagai Bagian Sejarah Nasional dalam Spirit Kemerdekaan untuk Karawang Maju”.
Kegiatan perdana ini digelar di Aula Husni Hamid, Rabu (27/8/2025), dengan melibatkan perwakilan siswa SMA negeri maupun swasta se-Kabupaten Karawang.
Ketua pelaksana, Dugiarto, menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap generasi muda yang lebih sering memandang situs bersejarah hanya sebagai latar foto, tanpa memahami maknanya.
Baca juga: Salah Satu Dapur MBG di Karawang di Protes Warga Desa Wadas, Ini Penyebabnya
“Anak-anak sekarang banyak yang datang hanya untuk selfie. Mereka tidak tahu makna dari peninggalan sejarah, terutama yang ada di Karawang,” ujar Dugiarto.
Melestarikan Cagar Budaya Karawang
Ia menekankan pentingnya menjaga cagar budaya Karawang, mulai dari Candi Jiwa, Tugu Kebulatan Tekad, hingga rumah Djiaw Kie Siong—saksi bisu perumusan naskah proklamasi. Menurutnya, cagar budaya bukan sekadar aset lokal, melainkan ikon perjuangan yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.
“Insyaallah, ini akan jadi program tahunan. Antusiasme sekolah sangat tinggi meski peserta kami batasi,” lanjutnya.
Guru Sebagai Leader, Siswa Penjaga Sejarah
Jihan, guru sejarah dari SMA Negeri 1 Ciampel, menceritakan bagaimana ia menyiapkan siswa untuk mengikuti lomba. Tiga peserta dipilih berdasarkan nilai stabil sejak kelas 10 dan berlatih rutin selama sebulan penuh.
“Mereka ikhlas ikut lomba ini, antusias mencari materi, dan kami guru hanya mengarahkan. Materi dibagi: ada yang fokus praaksara, ada Hindu-Buddha, ada kemerdekaan,” jelas Jihan.
Ia menegaskan, sejarah tak seharusnya dipandang membosankan. Guru harus menjadi “leader” agar sejarah Karawang dan sejarah nasional tetap relevan di mata generasi muda.
Semangat Siswa Berbuah Juara
Kerja keras itu membuahkan hasil. SMA Negeri 1 Cilamaya berhasil meraih juara pertama. Bilqis, siswi kelas 12 yang ikut bertanding, mengaku bangga atas capaian timnya.
“Senang banget bisa menang. Kita latihan sebulan penuh, dibimbing guru. Enggak pakai ChatGPT, cuma baca buku aja,” ujar Bilqis sambil tersenyum.
Ia menambahkan, sejarah bisa terasa seru jika dibiasakan membaca buku, berita, atau menonton film bertema sejarah.
Baca juga: Pupuk Kujang Bangun Infrastruktur Wisata Situ Kamojing, Dongkrak Ekonomi Warga
Menjaga Ikon Karawang untuk Masa Depan
Bagi MGMP Sejarah, lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan upaya memperkuat identitas Karawang sebagai bagian penting dalam sejarah nasional.
“Sejarah jangan hanya berhenti di ruang kelas. Ia bisa hidup lewat lomba, kompetisi, bahkan pertunjukan,” kata Jihan.
Harapannya, kegiatan ini berlanjut setiap tahun dan semakin melibatkan banyak sekolah. Yang terpenting, generasi muda Karawang benar-benar menjaga ikon sejarah lokal agar tetap abadi untuk anak cucu. (*)













