Beranda Headline Bupati Subang Bantah Isu Setoran Rp100 Juta dalam Rotasi Mutasi Jabatan

Bupati Subang Bantah Isu Setoran Rp100 Juta dalam Rotasi Mutasi Jabatan

11
Bupati Subang
Bupati Subang Reynaldy Putra menegaskan tak ada praktik setoran dalam rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan Pemkab Subang. (Foto: Istimewa)

beritapasundan.com – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, membantah tudingan bahwa dirinya menerima setoran uang dari para kepala dinas dalam proses rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Isu yang menyebut adanya setoran hingga Rp100 juta dari pejabat di lingkungan Pemkab Subang itu mencuat setelah dr. Maxi, mantan Kepala Dinas Kesehatan Subang, mengundurkan diri usai dialihkan menjadi Staf Ahli Bupati.

Dalam sebuah pengakuan yang beredar, Maxi mengaku menyerahkan uang tunai senilai Rp100 juta melalui seorang pejabat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR Subang).

Baca juga: Kasus Anak Disabilitas Dikeroyok di Cilamaya Resmi Diproses Polres Karawang

Menanggapi hal itu, Bupati Reynaldy Putra menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan merupakan fitnah yang menyesatkan.

“Saya pastikan isu tersebut tidak benar. ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang tetap bekerja dengan penuh semangat untuk melayani masyarakat,” ujar Reynaldy di Subang, Rabu (12/11).

Ia menyebut bahwa selama kepemimpinannya, seluruh proses rotasi dan mutasi jabatan di Pemkab Subang dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kalau ada isu saya menerima uang Rp50 juta sampai Rp100 juta, itu fitnah. Silakan tanya langsung kepada seluruh kepala OPD, pernah tidak saya minta uang?” tegasnya.

Menurut Bupati Subang, proses rotasi dan mutasi jabatan tidak bisa dilakukan secara mendadak karena harus melalui sejumlah tahapan dan pertimbangan administratif yang memerlukan waktu hingga dua bulan.

Ia juga menyinggung adanya salah satu pejabat eselon II yang memilih mengundurkan diri usai mutasi.

“Saya tidak mempermasalahkan keputusan tersebut selama didasari alasan yang jujur, bukan karena ingin menyebarkan fitnah,” katanya.

Baca juga: Jarum Demokrasi Tegas Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

Bupati Reynaldy Putra menegaskan, kepemimpinan di Kabupaten Subang harus dijalankan dengan integritas tinggi tanpa praktik yang mencederai etika birokrasi.

“Saya ingin memastikan, Pemerintah Kabupaten Subang tetap profesional, bersih, dan fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)