Beranda Headline Bupati Karawang; Tugas Kami Antisipasi Secara Dini, Penularan Mutasi Baru Covid 19

Bupati Karawang; Tugas Kami Antisipasi Secara Dini, Penularan Mutasi Baru Covid 19

Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Karawang mengirim hasil swab tes terkonfirmasi positif ke Balitbang Kementerian Kesehatan menyusul meningkatnya laju prevalensi kematian dan penularan COVID-19.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan, pihaknya berjaga-jaga seandainya terjadi penularan mutasi baru COVID-19.

“Tugas kami adalah mendeteksi dan mengantisipasi secara dini hal-hal seperti ini. Karena laju kematian dan penularan yang meningkat ini baru terjadi di Karawang. Penularannya cepat, meninggalnya juga cepat. Ada yang baru ketahuan positif COVID-19, tiga hari kemudian sudah meninggal dunia. Bahkan ada yang meninggal usianya masih muda,” kata Bupati usai rapat evaluasi penanganan COVID-19 Karawang di gedung Pemda Karawang, Senin (31/5).

Bupati menyatakan, saat ini tim gugus tugas mendeteksi dua klaster besar di Karawang. Pertama adalah klaster industri. Kedua adalah klaster keluarga atau klaster pascamudik.

Klaster pascamudik menyumbang 57 angka positif dengan enam meninggal dunia.

Klaster pascamudik muncul di tiga kecamatan di Karawang. Pertama di Kecamatan Kutawaluya dengan total 30 orang positif, tiga orang meninggal dunia.

Kedua di Kecamatan Telagasari, dengan 20 orang positif, dan sepasang suami istri meninggal.

Ketiga di Kecamatan Cilamaya, dengan tujuh positif, satu orang meninggal dunia.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Karawang dr. Fitra Hergyana menuturkan, klaster pascamudik di Kutawaluya berawal dari tuan S yang terkonfirmasi positif pada 23 Mei lalu. Pada 26 Mei, satu orang meninggal dunia. Kemudian menyusul dua orang meninggal dunia sehingga total jadi tiga orang meninggal.

“Klaster Kutawaluya berasal dari kumpulan keluarga. Jadi ada orang dari luar daerah yang mudik ke sini,” kata dr. Fitra.

Sementara itu di klaster Telagasari, berawal dari halalbihalal. Tuan U terkonfirmasi positif pada 23 Mei lalu. Terakhir di klaster Cilamaya, tuan G terkonfirmasi positif setelah mudik dari Tegal.

Sebagai langkah antisipasi, Bupati Karawang menyatakan akan me-lockdown RT/RW dan gang yang positive rate-nya lebih dari lima orang.

“Kami akan lebih menekan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) terutama di 11 kecamatan yang masih zona merah, lalu di delapan kecamatan yang zonanya oranye,” kata bupati.

Bupati juga mengimbau, masyarakat terkonfirmasi positif yang tidak bergejala bisa melakukan isolasi mandiri di rumah. Tim gugus tugas akan mensuplai kebutuhan obat-obatan langsung ke rumah. “Bila dibutuhkan penanganan lebih lanjut, langsung kami larikan ke rumah sakit,” imbuh bupati.

Bupati juga akan memperpanjang masa penutupan semua tempat wisata dan tempat hiburan selama dua minggu ke depan. “Saya ingin tahu dulu grafiknya seperti apa. Setelah grafiknya landai, kami buka kembali,” kata bupati.

Artikel sebelumyaPada Rakoor DP3A Karawang, Sri Rahayu Minta Tambahan Anggaran 10 Milyar
Artikel berikutnyaDikanak Beri Ancaman Tidak Ada Menerbitkan TDP