Beranda Headline Buntut Pungli di Sekolah, Kadisdikpora Karawang Hanya Buat Surat Pernyataan Bukan Disanksi

Buntut Pungli di Sekolah, Kadisdikpora Karawang Hanya Buat Surat Pernyataan Bukan Disanksi

KARAWANG, BEPAS – Setelah ramai menjadi perbincangan publik, Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Karawang (Disdikpora) pun menindaklanjuti dengan memanggil Kepala Sekolah SDN Adiarsa Timur II, Rukmini untuk dilakukan pembinaan.

Kepala Disdikpora Kabupaten Karawang, Asep Juhendi mengatakan Rukmini dipanggil untuk dimintai keterangan mengenai permasalahan yang sebenarnya, untuk kemudian dilakukan pembinaan.

“Semua sudah diselesaikan dan kami meminta pungutan uang rapot itu untuk dikembalikan. Kepsek juga diminta membuat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya kembali yang ditembuskan kepada Inspektorat dan BKPSDM,” kata Asep, Senin (10/2).

Diungkapkan Asep, ia menegaskan kepada Kepsek, jika dikemudian hari mengulangi kembali perbuatannya maka Disdik tidak segan akan diberikan sanksi yang lebih berat lagi.

“Bisa diturunkan jabatannya, penundaan TPP atau lebih berat lagi sampai ke pemecatan,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan Asep, Disdik bukannya tidak melakukan tindak lanjut, namun pembinaan Disdik itu dilakukan secara berjenjang, dari mulai tingkat Koordinator Wilayah (Korwil), Pengawas, Kepala Bidang baru ke Kepala Dinas.

“Jika ada permasalahan disitu diselesaikan situ, jika tidak juga selesai kan ada sekretaris, dan kalau tidak selesai juga ya, saya sebagai kepala dinas, saya panggil, jadi berjenjang,” ujarnya memaparkan.

Dan diterangkannya, Disdik sendiri telah mengeluarkan surat edaran agar tidak ada sekolah yang melakukan pungutan-pungutan kepada orang tua siswa.

Jikapun kemudian ada kekurangan yang menjadi kebutuhan sekolah, bisa dirapatkan dengan orang tua murid dan disepakati bersama, dengan bentuk sumbangan.

Kedepan ditambahkan Asep, pihaknya akan terus melakukan pembinaan secara berjenjang dan lebih mengintensifkan koordinasi dengan Korwil dan Pengawas.

“Kedepan kami akan merubah mainset dari kalangan pendidik dan pendidikan secara bertahap, Yang jelas saya sampaikan, kita ini sekarang ini berbeda dengan dulu dimana, sekarang kan ada Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP), dimana seharusnya tidak ada alasan untuk berbuat tidak baik kepada masyarakat,” pungkasnya menandaskan.

Sementara itu Kepsek SDN Adiarsa Timur II, Rukmini yang ditemui di ruang kerja Kadisdikpora ketika coba dikonfirmasi hanya tersenyum.

Ia nampak enggan, dan bergegas berlalu pergi dan mengarahkan agar media menemui Kadisdik saja.

“Sudah beres, ke Kadisdik saja ya,” ucapnya seraya bergegas. (nna/dhi)