Beranda Headline Buka Kongres PGRI XXIII, Presiden Jokowi Ingatkan Pentingnya Ciptakan Lingkungan Sekolah Aman

Buka Kongres PGRI XXIII, Presiden Jokowi Ingatkan Pentingnya Ciptakan Lingkungan Sekolah Aman

8
Presiden Jokowi saat hadiri Kongres PGRI di Jakarta (Foto: Ist)

JAKARTA-Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membuka Kongres XXIII Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (02/03/2024).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman untuk menjamin kesuksesan pendidikan dan pembentukan siswa unggul.

“Terima kasih kepada Bapak-Ibu guru yang terus membekali para siswa dengan beragam ilmu pengetahuan dan juga budi pekerti. Karena lingkungan sekolah yang aman, lingkungan sekolah yang nyaman amat sangat penting untuk mencetak siswa-siswa unggul,” ujarnya seperti dilansir dari setkab.go.id

Baca juga: Laba Melesat, Bank BRI Bakal Bagikan Dividen 48,10 Triliun

Jokowi juga menaruh perhatian dan khawatir terhadap kasus perundungan atau bullying yang belakangan terjadi di lingkungan sekolah.

Dia menegaskan bahwa sekolah harus menjadi safe house atau rumah aman bagi siswa untuk belajar dan berkembang tanpa rasa takut atau tertekan.

“Sekolah harus menjadi safe house, harus menjadi rumah yang aman bagi siswa-siswa kita untuk belajar, untuk bertanya, untuk berkreasi, untuk bermain, untuk bersosialisasi. Jangan sampai ada siswa yang takut, ketakutan di sekolah. Jangan sampai ada siswa yang tertekan di sekolah dan tidak betah di sekolah,” tegasnya.

Baca juga: Presiden Jokowi Lakukan Peletakan Batu Pertama Kantor BPJS Kesehatan di IKN

Lebih lanjut, Mantan Walikota Solo itu menyerukan kepada para guru dan tenaga pendidik untuk mengutamakan pencegahan dan melindungi hak-hak siswa. Presiden Jokowi mengajak para guru untuk tidak menutup-nutupi masalah tersebut, melainkan mencari solusi dan perbaikan.

“Utamakan pencegahan, utamakan hak-hak anak-anak kita, utamanya para korban. Jangan sampai kasus bullying ditutup-tutupi, tapi diselesaikan. Biasanya kasus bullying ini ditutup-tutupi untuk melindungi nama baik sekolah. Saya kira yang baik adalah menyelesaikan dan memperbaiki,” ujarnya.