
KARAWANG – Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, menghadiri acara Syukuran Hari Ulang Tahun Brimob ke-80 dan Silaturahmi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang digelar di wilayah Karawang sebagai wujud syukur atas delapan dekade pengabdian Korps Brimob kepada bangsa.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Resimen Komandan IV, Kompol Sutarto, S.H., M.H., para komandan kompi, serta jajaran anggota Brimob se-Karawang. Suasana penuh kehangatan sekaligus kebanggaan terasa sepanjang kegiatan.
Dalam sambutannya, Kompol Sutarto, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Brimob dan masyarakat Karawang atas dukungan dan sinergi yang terbangun dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Baca juga: Kolaborasi DPR RI dan Kementerian PUPR Percepat Solusi Banjir Karangligar
“HUT Brimob jatuh pada tanggal 14 November kemarin. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Komandan Kompi, anggota, dan masyarakat Karawang atas dukungan selama ini,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, memberikan pujian dan semangat untuk jajaran Brimob yang kini memasuki usia 80 tahun.
“Usia 80 tahun biasanya memasuki masa pensiun. Namun bagi Brimob, usia 80 justru menjadi bukti bahwa Brimob semakin kuat dan siap menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang,” ujar H. Maslani.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Daerah dan masyarakat Karawang merasakan langsung peran penting Brimob dalam menjaga stabilitas daerah.
“Kami merasakan sendiri ketenangan dan keamanan berkat penjagaan dan dedikasi Brimob. Pemda Karawang menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kontribusi Brimob dalam menjaga stabilitas daerah,” ungkapnya.
Baca juga: Gebyar Paten Purwasari: Wabup Maslani Bahas Rutilahu, Pendidikan, dan Penanganan Stunting
H. Maslani juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan ke depan, mengingat tantangan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) semakin kompleks.
“Situasi Kamtibmas ke depan akan semakin rentan. Kita dihadapkan pada ancaman kejahatan digital, mobilisasi ancaman, dan tantangan keamanan lain sehingga dibutuhkan kekuatan keamanan yang tangguh dan modern,” tutupnya. (*)













