Beranda Nasional BMKG Ingatkan Daerah Rawan Banjir dan Longsor, Hujan Lebat Diprediksi Meluas hingga...

BMKG Ingatkan Daerah Rawan Banjir dan Longsor, Hujan Lebat Diprediksi Meluas hingga 11 Desember

13
Gambaran curah hujan Desember 2025 (Foto: BMKG)

JAKARTA– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memetakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat dalam sepekan ke depan, yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang. BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah rawan bencana.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menekankan pentingnya langkah mitigasi dini agar dampak cuaca ekstrem dapat ditekan. “Kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama di wilayah yang memiliki riwayat banjir dan longsor. Upaya sederhana seperti memastikan drainase berfungsi dan menghindari aktivitas di area rawan sangat penting,” ujarnya.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem dipengaruhi oleh sejumlah dinamika atmosfer aktif, seperti Gelombang Rossby Ekuator, Gelombang Kelvin, dan Madden–Julian Oscillation (MJO).

Baca juga: Tinjau Lokasi Bencana, Prabowo Pastikan Penyaluran Bantuan Berjalan Optimal

Fenomena tersebut memperkuat pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Selain itu, keberadaan Bibit Siklon Tropis 93W di timur Filipina turut berdampak tidak langsung terhadap pola hujan di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

BMKG memprediksi hujan lebat pada 5–7 Desember 2025 berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, seluruh wilayah Jawa, Kalimantan Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Sementara pada periode 8–11 Desember 2025, hujan lebat diprakirakan masih berpeluang terjadi di Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, dan Papua Pegunungan. Potensi angin kencang juga terdeteksi di sejumlah wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara.

Baca juga: Imbas Bencana Sumatera, Ribuan Warga Mengungsi, Akses Jalan Lumpuh

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik, namun harus siap menghadapi dampak cuaca ekstrem. “Kami mendorong masyarakat untuk lebih waspada saat berkendara, menghindari tempat rawan saat hujan lebat, dan memastikan lingkungan sekitar tidak memperburuk risiko bencana,” ujarnya.

BMKG juga mengingatkan agar masyarakat hanya mengakses informasi cuaca dari kanal resmi seperti situs bmkg.go.id, media sosial @infoBMKG, dan aplikasi InfoBMKG, serta tidak mudah terpengaruh informasi tidak valid terkait cuaca ekstrem.