Beranda Headline Berhasil Diringkus, Pelaku Pembakaran Warung Kelontong di Ancam 12 Tahun Penjara

Berhasil Diringkus, Pelaku Pembakaran Warung Kelontong di Ancam 12 Tahun Penjara

12
Pembakaran warung
Polres Karawang melakukan konferensi pers terkait aksi premanisme pembakaran warung kelontong.

KARAWANG – Pelaku premanisme yang membakar warung kelontong di Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, Jawa Barat berhasil diringkus polisi.

Kapolres Karawang, AKBP Wirdhanto Hadicaksono menyampaikan, tindakan premanisme tersebut dilakukan oleh OM (34) warga Tempuran pada tanggal 24 Januari 2024.

Kronologinya bermula sekitar pukul 23.00 WIB, tersangka OM menghampiri warung kelontong di Desa Pagadungan Tempuran dalam keadaan mabuk.

“Tujuannya untuk menjual hp kepada pemilik warung, seharga Rp300.000,” ujarnya saat diwawancarai pada Senin, 12 Februari 2024.

Namun, saat itu pemilik warung tidak memiliki uang dan akhirnya menolak tawaran (handphone). Dalam keadaan kesal OM pergi, beberapa waktu kemudian ia kembali ke warung dan menyiramkan bensin ke etalase dagangan.

Baca juga: Belasan Ribu APK di Karawang Bakal Ditertibkan Pada Masa Tenang

“Seketika langsung membakar, akhirnya terbakarlah barang-barang termasuk sembako. Warung mengalami kerugian material sekitar 10 juta,” paparnya.

Kapolres mengungkapkan, tersangka OM ini ternyata adalah DPO (Daftar Pencarian Orang) pada kasus anarkis antar LSM di Kawasan Suryacipta yang terjadi pada bulan September 2023.

Akhirnya, pada tanggal 10 Februari 2024 pihak kepolisian berhasil menemukan pelaku ditempat persembunyiannya daerah Sumur Gede, Cilamaya Kulon.

Baca juga: Bawaslu Karawang Ajak Elemen Masyarakat Awasi Masa Tenang Pemilu 2024

“OM adalah residivis kepemilikan okt pada tahun 2013, pernah dipenjara selama kurang lebih 1 tahun lamanya,” terangnya.

“Ia adalah warga asli Tempuran, tidak memiliki pekerjaan. OM melarikan diri, dalam pengejaran dan kehabisan uang. Akhirnya ingin menjual hp di warung, tetapi tidak diindahkan dan akhirnya membakar,” tambahnya.

Atas perbuatannya, OM disangkakan 2 pasal kumulatif. Pertama, Pasal 7 KUHP kaitan pembakaran sengaja dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Baca juga: Aksi Premanisme Terekam CCTV, Pedagang Jamu di Lemahabang Jadi Sasaran

Kedua, Pasal 170 KUHP 36 perkara perusakan barang dengan ancaman penjara, paling lama 5 tahun 6 bulan.

“Kami tidak mentoleransi setiap tindakan premanisme yang terjadi di wilayah Kabupaten Karawang, baik yang dilakukan secara individu ataupun koneksi,” pungkasnya. (*)