Beranda Nasional BBPLK Bandung Gelar Podcast Bersama Bupati Indramayu, Ini yang Diobrolkan

BBPLK Bandung Gelar Podcast Bersama Bupati Indramayu, Ini yang Diobrolkan

JAWA BARAT – Untuk mengimplementasikan sembilan lompatan besar dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan kedepan, Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bandung menggelar podcast yang ditayangkan secara live di Youtube,

bersama Bupati Indramayu, Hj.Nina Agustina dengan tema “Kebijakan Investasi Penyiapan SDM Daerah Berbasis Local Wisdom” bertempat di Pendopo Bupati Jl.Mayjend Sutoyo No.1E, Lemahabang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (16/10/2021)

Plt BBPLK Bandung, Haryono mengungkapkan kesembilan lompatan tersebut diantaranya reformasi birokrasi, ekosistem digital siap kerja, transformasi BLK, link and match ketenagakerjaan, transformasi kewirausahaan, pengembangan talenta muda, perluasan penempatan pekerja migran indonesia (PMI), visi baru hubungan industrial, dan reformasi pengawasan.

Ditempat yang sama, Bupati Indramayu, Hj.Nina Agustina mengatakan, Kabupaten Indramayu merupakan daerah dengan potensi yang luar biasa. Sumber daya alam (SDA) luas lahan sawahnya mencapai 55,61 persen dari total luas lahan Kabupaten Indramayu.

“itulah yang membuat Indramayu menjadi salah satu pemasok beras nasional terbesar se Indonesia. Sebagai daerah pesisir pantai, Indramayu dikenal sebagai penghasil ikan andalan Jawa Barat. Di Jawa Barat rangking satu penghasil ikan, hampir 40 % dihasilkan dari Indramayu, 4000 ton berupa ikan tangkap maupun olahan,” papar Nina Agustina.

Selain itu kata Nina, saat ini sedang menggebrak produk UMKM mangga gedong gincu sebagai ciri khas Indramayu, menjadikan bahan makanan roti rasa mangga , brouwnis, dan selai rasa manga sebagai oleh-oleh Indramayu.

“Jika ada tamu yang datang ke Pendopo, sudah pasti akan disuguhi roti rasa mangga, hal ini tentunya kami dalam rangka membantu promosikan UMKM agar bergerak cepat untuk meningkatkan perekonomian Kabupaten Indramayu, karena dalam mengembangkan makanan pembuatan manisan mangga, disini anak-anak mudanya sangat kreatif,” bebernya.

Selain punya khas sendiri oleh-oleh roti, selai, manisan mangga, Kabupaten Indramayu punya UMKM Tenun, yang mengerjakan sebanyak 10 Sumber Daya Manusia (SDM) secara manual.

“Saya berharap, tenun khas ini harusnya dilestarikan, dan bisa menjadi muatan Lokal (mulok), atau nanti BLK Indramayu bisa membuat pelatihan tenun untuk menggerakan UMKM agar perekonomian kabupaten Indramayu terus berjalan,” tuturnya (ais/ddi)

Artikel sebelumyaWakil Walikota Bekasi Sapa Atlet Karate Berprestasi
Artikel berikutnyaDies Natalis ke-7, UBP Karawang Raih Peringkat ke 577 dari 4000 Perguruan Tinggi