
KARAWANG – Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, kembali dilanda banjir sejak Minggu dini hari pukul 02.00 WIB. Dua dusun—Dusun Kampek dan Dusun Pangasinan—terendam air setinggi hingga 180 cm, memaksa warga melakukan evakuasi massal demi keselamatan jiwa.
Satgas Penanggulangan Bencana (PB) Telukjambe Barat, Kaming, melaporkan bahwa dari enam RT terdampak, terdapat 1.392 jiwa atau 473 Kepala Keluarga (KK)—termasuk 55 balita dan 12 bayi—yang harus diungsikan. “Kedalaman air tertinggi mencapai 180 cm,” ujarnya. Hingga saat ini, tercatat 360 rumah terendam.
Pihak Satgas terus memantau kondisi lapangan dan memfasilitasi evakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Evakuasi ini menjadi langkah penting mengingat banjir di Karangligar kerap terjadi setiap musim hujan.
Baca juga: Asep Junaedi: Desa Wisata Solusi Pariwisata Lokal dan Penggerak Ekonomi Warga
RT setempat, Maswadi, mengungkapkan kelelahan warga menghadapi banjir menahun. “Kami sudah puluhan tahun terdampak banjir. Sekarang, pemerintah bersinergi dengan BBWS untuk menanggulangi masalah ini, tapi kami berharap janji segera ditepati,” katanya.
Baca juga: 8 Desa di Karawang Ditetapkan Jadi Desa Wisata, Dorong Ekonomi dan Kembangkan Potensi Lokal
Selain banjir, warga Karangligar juga menghadapi akses jalan rusak dan tumpukan sampah dari luar wilayah. Maswadi menegaskan, “Penderitaan kami sudah lengkap: jalan rusak, sampah menumpuk, dan banjir. Harus ada solusi menyeluruh.”
Satgas PB dan pihak terkait diharapkan segera menuntaskan program normalisasi saluran air dan pengelolaan sampah. Hingga saat itu, proses evakuasi dan pendampingan warga terus dijalankan demi meminimalkan risiko bencana. (*)













