Beranda Headline Banjir Ketiga di November, Karangligar Kembali Terendam

Banjir Ketiga di November, Karangligar Kembali Terendam

89
Banjir Karangligar
Ratusan rumah warga di Dusun Pangasinan, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang (Foto: Istimewa)

beritapasundan.com – Ratusan rumah warga di Dusun Pangasinan, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, kembali terendam banjir pada Rabu, 20 November 2024. Ketinggian air mencapai 150 cm, memaksa sebagian warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Sekretaris Desa Karangligar, Yosi Apriani, menyebutkan bahwa ini adalah banjir ketiga yang terjadi di bulan November 2024. Banjir pertama terjadi pada 4 November, disusul banjir kedua pada 12 November. “Banjir ketiga ini mulai terjadi sejak pukul 05.00 WIB dan sudah merendam sekitar 130 rumah warga di RT 002 dan RT 003,” ungkap Yosi.

Baca juga: Sungai Cigentis Meluap, Dua Kampung di Loji Terendam Banjir

Sebanyak 570 jiwa dari 185 kepala keluarga terdampak banjir ini. Di antara mereka, terdapat 20 balita dan 5 bayi. Untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut, pemerintah desa telah menyiapkan beberapa titik pengungsian di PAUD Nusa Indah, kantor desa, dan mushola setempat. Namun, sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat mereka.

Pantauan di lapangan pada Rabu sore menunjukkan air di beberapa lokasi sudah mencapai dada orang dewasa. “Biasanya banjir surut dalam 2-3 hari, tergantung kondisi sungai Cibeet dan Citarum,” tambah Yosi.

Bocih (42), salah satu warga terdampak, menyampaikan keluhannya. Rumahnya menjadi langganan banjir hampir setiap bulan, bahkan hingga 20 kali dalam setahun. Kondisi ini merusak barang-barang rumah tangga dan memengaruhi kesehatan keluarganya.

Baca juga: Nekat! Mamah Muda Tabrakan Diri ke Kereta Api di Perlintasan Tanjung Pura Karawang

“Anak saya sering gatal-gatal, batuk, dan pilek. Kami berharap pemerintah segera memberikan solusi agar masalah banjir ini bisa diatasi,” ujarnya.

Bocih mengaku siap pindah jika itu menjadi solusi untuk menghindari bencana banjir yang terus berulang. “Yang penting kami tidak terkena banjir lagi,” harapnya.

Hingga berita ini diturunkan, hujan telah reda namun genangan air belum menunjukkan tanda-tanda surut. (*)