
KARAWANG– Wakil Ketua (Waka) DPRD Karawang, Dian Fahrud Jaman menegaskan perlunya normalisasi Sungai Citarum dan perbaikan sistem drainase sebagai langkah utama dalam mengatasi banjir yang kerap melanda wilayah Kabupaten Karawang, khususnya di Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok.
Dian menyampaikan, pihaknya bersama pimpinan DPRD Karawang telah mendengarkan langsung aspirasi masyarakat yang mengeluhkan banjir akibat luapan Sungai Citarum. Setelah melakukan peninjauan lapangan, ia menilai normalisasi sungai menjadi kebutuhan mendesak.
“Tadi kami sudah meninjau lokasi, memang Sungai Citarum ini perlu adanya normalisasi. Warga juga meminta adanya sodetan di sungai citarum agar aliran air tidak langsung masuk ke permukiman masyarakat,” ujar Dian, Sabtu (31/1).
Baca juga: DPRD Karawang Tegas: Jika Tak Berizin, THM Theatre Night Mart Harus Ditutup
Ia menjelaskan, aspirasi masyarakat tersebut akan disampaikan sesuai kewenangan masing-masing. Untuk persoalan Sungai Citarum yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, pihaknya akan menyampaikannya melalui Fraksi NasDem DPR RI.
“Nanti kami akan sampaikan kepada pimpinan DPR RI, khususnya Kang Saan Mustopa. Karena persoalan normalisasi Citarum ini memang menjadi kewenangan pusat. Tanpa normalisasi, masyarakat khawatir setiap musim hujan akan mengalami kondisi yang sama,” katanya.
Selain persoalan sungai, Dian juga menyoroti buruknya sistem drainase di wilayah Karyasari dan Rengasdengklok. Menurutnya, banyak saluran air yang tersumbat sehingga air sulit mengalir keluar dari kawasan permukiman saat banjir terjadi.
Baca juga: Tekanan Jual Masif, IHSG Ambruk 8 Persen dan Kena Trading Halt
“Drainase ini menjadi kewenangan pemerintah daerah. Banyak sumbatan yang menyebabkan air tertahan di pemukiman warga. Ini akan kami sampaikan ke dinas terkait saat rapat dengan Pemda agar segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Dian juga mengungkapkan bahwa DPRD Karawang telah melakukan peninjauan banjir di berbagai titik sejak banjir pertama terjadi. Sebelumnya, pihaknya lebih dulu fokus meninjau kawasan perkotaan sebelum bergerak ke wilayah Rengasdengklok.
“Kami hampir berkeliling ke semua titik banjir. Keluhannya hampir sama, yaitu luapan Sungai Citarum dan Cibeet, sementara di perkotaan persoalannya lebih ke sistem drainase,” ungkapnya.
Baca juga: Meriahnya Festiqlal 2026 di Karawang, Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis hingga Tabligh Akbar
Ia menegaskan, penanganan banjir harus dilakukan secara serius dan terkoordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat agar masyarakat tidak terus dihantui kekhawatiran setiap musim hujan tiba.
Selain itu, Dian juga mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif menjaga lingkungan, khususnya saluran air di sekitar permukiman.
“Kami berharap tidak hanya pemerintah yang bergerak, tapi masyarakat juga peduli terhadap lingkungan. Saluran-saluran di lingkungan harus dijaga bersama agar tidak tersumbat. Ini penting supaya persoalan banjir tidak terus berulang di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya. (*)













