BEKASI- Solidaritas Mahasiswa Bekasi (SOMASI) menyangkan penggunaan APBD untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi yang mencapai 1 Triliun
Koordinator Solidaritas Mahasiswa Bekasi, Sunandar menganggap penggunaan APBD untuk Dinkes Kabupaten Bekasi yang mencapai 1 Triliun/tahun dinilai tidak efektif dan pemborosan.
“Sudah dua tahun Dinkes menggunakan APBD 1 T, dampaknya terlalu banyak untuk internal dinas kesehatan, masyarakat kebagian sakitnya, kami juga menduga Dinas kesehatan juga tidak sehat menggunakan postur APBD, kemudian setelah kita melakukan aksi kantor dinas kesehatan sudah mulai kosong barang kali mereka juga tidak mau menemui kami,” kata Sunandar kepada wartawan, Senin (18/4/2022)
Selain itu Sunandar meminta Kejari atau KPK melakukan pengembangan kasus pemerasan Dinas Kesehatan, RSUD Cabangbungin dan 17 puskesmas harus di periksa agar persoalan ini tidak membias.
“KPK harus turun tangan untuk kasus ini, karena dugaan kami ini akan membias dan tidak beraturan, sebab anggaran dinkes yang membludak tapi tidak terasa oleh masyarakat, kita sering dengar keluh kesah soal musibah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia juga berharap KPK dapat turun tangan langsung untuk menyelidiki dugaan penyalahgunaan APBD.
“Kami Harap, setelah kita meminta ke KPK dapat menelusuri dengan cepat, memeriksa Dinas kesehatan, RSUD Cabangbungin dan 17 puskesmas, kami menyayangkan keterwakilan BPK Jabar menjadi salah satu pelaku pemerasan,” Tutupnya. (rls)














