
KARAWANG – Kondisi R (15), anak disabilitas yang menjadi korban pengeroyokan massa di Cilamaya Wetan, kini dilaporkan semakin kritis. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan adanya pendarahan berat di bagian kepala yang menyebabkan penurunan drastis tingkat kesadaran.
Pekerja Sosial Ahli Pertama Dinas Sosial (Dinsos) Karawang, Asep Riyadi, mengungkapkan kabar terkini kondisi korban. Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak keluarga, dokter di RSUD Bayu Asih Purwakarta menyarankan tindakan operasi darurat karena kondisi R terus memburuk.
“Hasil CT Scan menunjukkan ada pendarahan yang membuat R tidak sadar. Dibandingkan saat masuk IGD, kesadaran R makin menurun. Artinya kondisinya tambah berat,” kata Asep saat dikonfirmasi, Sabtu (8/11/2025) malam.
Baca juga: Keluarga Minta Anak Disabilitas Korban Pengeroyokan Dipindahkan dari RSUD Karawang ke Purwakarta
Asep menjelaskan, keluarga korban dihadapkan pada pilihan sulit setelah dokter menyampaikan risiko yang besar. Operasi harus segera dilakukan, namun tingkat keberhasilannya rendah mengingat kondisi R yang sudah masuk kategori kritis.
“Dokter menyebut risiko operasi sangat tinggi, bahkan bisa menyebabkan kematian saat tindakan berlangsung. Sementara kalau tidak dioperasi, kesadarannya akan terus menurun dan tetap berisiko meninggal,” ujarnya.
Menurut Asep, kondisi kritis R sejak awal membuatnya langsung dirawat di ruang PICU. Meski operasi dilakukan, dokter menegaskan proses pemulihan tetap memiliki risiko tinggi.
“Setelah operasi pun, di PICU masih ada risiko meninggal kalau tubuh R tidak kuat,” tambah Asep.
Baca juga: Anak Disabilitas Mental Kritis Usai Dikeroyok, Keluarga Minta Pelaku Bertanggung Jawab
Meski demikian, keluarga akhirnya menyetujui tindakan operasi sebagai satu-satunya upaya penyelamatan.
“Operasi malam ini, sekitar jam 12 atau jam 2. Pelaku tega banget, kayak bukan manusia,” tegasnya.
Kasus penganiayaan anak disabilitas ini sebelumnya menuai kecaman publik dan menunggu tindak lanjut proses hukum dari pihak kepolisian. (*)













